ilustrasi staf kontruksi bangunan (unsplash.com/sunburned_surveyor)
Selain berkontribusi pada pengurangan emisi, inovasi material juga diarahkan untuk menjawab berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi kota-kota besar. Perubahan iklim, berkurangnya daya resap tanah, hingga kebutuhan infrastruktur yang semakin kompleks membuat industri konstruksi dituntut menghadirkan solusi yang lebih adaptif.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Solusi Bangun Indonesia mengembangkan berbagai solusi konstruksi yang dirancang sesuai karakteristik dan tantangan lingkungan. Tidak hanya berupa semen tipe khusus, perusahaan juga menghadirkan solusi stabilisasi tanah serta berbagai inovasi beton dengan fungsi spesifik.
Salah satunya adalah beton berpori yang memungkinkan air meresap kembali ke dalam tanah sehingga dapat membantu mengurangi genangan di kawasan perkotaan. Ada pula beton cepat kering yang dirancang untuk mempercepat pekerjaan perbaikan jalan sehingga dapat meminimalkan gangguan terhadap mobilitas masyarakat.
Menurut Rizki, pengembangan produk konstruksi saat ini tidak lagi hanya berfokus pada kualitas teknis, tetapi juga harus memberikan nilai tambah yang relevan dengan kebutuhan lingkungan dan masyarakat.
“Kami terus mendorong inovasi yang tidak hanya berorientasi pada kualitas dan performa sesuai kebutuhan konstruksi, tetapi juga memberikan nilai tambah pada fungsi bagi penggunanya. Bersama SIG, kami berkomitmen menyediakan material berkelanjutan agar lebih banyak konstruksi di Indonesia memperoleh kualitas, durabilitas, dan nilai tambah untuk jangka panjang,” katanya.
Melalui berbagai inovasi tersebut, sektor konstruksi mulai menunjukkan bahwa upaya pengurangan emisi tidak hanya dilakukan melalui perubahan sumber energi. Material bangunan yang digunakan setiap hari dalam pembangunan jalan, gedung, kawasan permukiman, hingga fasilitas publik juga memiliki peran penting dalam menentukan seberapa besar jejak karbon yang akan ditinggalkan di masa depan.
Di tengah target Net Zero Emission Indonesia 2050, perubahan pada sektor konstruksi menjadi salah satu langkah yang semakin sulit untuk diabaikan. Sebab, pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh apa yang dibangun, tetapi juga oleh material yang digunakan untuk membangunnya.