Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Begal dan Curanmor Masih Jadi Ancaman, Polisi Edukasi Pelajar di Jabar
Polda Jabar Edukasi Anak Sekolah Demi Cegah Begal hingga Curanmor. Dok Polda Jabar
  • Polda Jabar memperkuat pencegahan begal dan curanmor melalui sosialisasi di sekolah serta permukiman, menyusul tingginya kasus kejahatan jalanan di Bandung Raya.
  • Pelajar dan warga diberi pemahaman tentang modus kejahatan C3, pola kerawanan, serta langkah pencegahan seperti penggunaan kunci ganda kendaraan.
  • Dalam Operasi Libas Lodaya 2026, polisi menggabungkan penindakan dengan edukasi dan meminta warga melaporkan aktivitas mencurigakan melalui layanan 110.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Polisi di Jawa Barat mengajari anak sekolah dan warga tentang begal dan pencuri motor. Polisi bilang kita harus hati-hati dan pakai kunci ganda untuk motor. Kalau melihat hal yang aneh, warga bisa telepon polisi di 110. Sekarang polisi masih terus mengajar orang-orang selama Operasi Libas Lodaya 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pendekatan Polda Jawa Barat yang memadukan penindakan dengan edukasi menunjukkan perhatian pada perlindungan yang lebih dekat dengan keseharian warga. Pelajar dibekali pemahaman sejak dini, sementara masyarakat memperoleh jalur pelaporan dan dorongan untuk saling menjaga lingkungan. Sinergi sekolah, warga, dan kepolisian membuka ruang kewaspadaan yang lebih terarah selama Operasi Libas Lodaya 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times – Kejahatan jalanan seperti begal dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi perhatian aparat kepolisian di Jawa Barat. Di tengah upaya memberantas pelaku melalui Operasi Libas Lodaya 2026, Polda Jawa Barat mulai memperkuat strategi pencegahan dengan menggandeng pelajar dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan.

Langkah tersebut dilakukan melalui sosialisasi yang menyasar sekolah dan lingkungan permukiman warga. Polisi memberikan edukasi mengenai pola kerawanan kejahatan jalanan, modus operandi pelaku, hingga langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko menjadi korban.

Konteks ini muncul setelah Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto sebelumnya menyoroti masih tingginya kasus curanmor dan begal di wilayah Bandung Raya. Karena itu, upaya pencegahan dinilai perlu berjalan beriringan dengan penindakan terhadap pelaku.

1. Pelajar diajak mengenali modus begal dan curanmor

Pengungkapan kasus knalpot brong, minuman keras atau miras, tramadol, hingga begal di Polda Jabar. IDN Times/Debbie Sutrisno

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, edukasi diberikan agar masyarakat dan pelajar memahami pola kejahatan yang kerap terjadi di lingkungan sekitar.

Menurut dia, polisi menjelaskan berbagai modus yang biasa digunakan pelaku pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), hingga pencurian kendaraan bermotor (curanmor) atau yang dikenal sebagai kejahatan C3.

"Kami memberikan pemahaman mengenai pola kerawanan kejahatan jalanan, modus operandi pelaku C3, hingga imbauan pentingnya penggunaan kunci ganda pada kendaraan bermotor," kata Hendra, Rabu (26/8/2026).

Ia menuturkan, pelajar menjadi salah satu sasaran sosialisasi karena kesadaran terhadap keamanan dan hukum perlu dibangun sejak dini. Dengan memahami risiko yang ada, pelajar diharapkan lebih waspada saat beraktivitas maupun menggunakan kendaraan.

2. Polisi minta warga aktif melapor jika menemukan hal mencurigakan

Pengungkapan kasus knalpot brong, minuman keras atau miras, tramadol, hingga begal di Polda Jabar. IDN Times/Debbie Sutrisno

Selain memberikan edukasi, Polda Jabar juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan.

Warga diminta tidak ragu melaporkan aktivitas yang mencurigakan ataupun potensi gangguan keamanan melalui layanan darurat kepolisian 110. Menurut Hendra, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.

"Masyarakat diajak untuk tidak ragu melaporkan setiap aktivitas mencurigakan atau potensi gangguan keamanan di wilayahnya melalui layanan darurat kepolisian 110. Sinergi antara kepolisian, sekolah, dan warga menjadi fondasi utama memutus rantai kejahatan C3 di Jawa Barat," ujarnya.

Menurutnya, upaya menjaga keamanan tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Kolaborasi antara warga, sekolah, dan kepolisian diperlukan agar lingkungan lebih tanggap terhadap potensi tindak kriminal.

3. Operasi Libas tak hanya berfokus pada penindakan

Sekolah Rakyat di Bandung Bakal Punya Kampus Permanen Siap Tampung 2.000 Siswa. IDN Times/Istimewa

Selama ini operasi kepolisian kerap identik dengan razia dan penangkapan pelaku. Namun dalam Operasi Libas Lodaya 2026, Polda Jabar juga menekankan pendekatan preventif melalui pembinaan dan edukasi masyarakat.

Pola ini dilakukan untuk membangun kesadaran hukum sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melindungi diri dan lingkungannya dari ancaman kejahatan jalanan.

"Melalui pendekatan humanis dan komunikatif, diharapkan pelajar dan masyarakat bisa menjadi agen perubahan yang sadar hukum serta mampu melindungi diri dan lingkungan. Pola pembinaan berkesinambungan ini komitmen nyata Ditbinmas untuk menciptakan rasa aman sekaligus meminimalisir ruang gerak pelaku kejahatan selama Operasi Libas 2026," tutur Hendra.

Polda Jabar memastikan kegiatan edukasi serupa akan terus dilakukan selama Operasi Libas Lodaya 2026 berlangsung. Sekolah dan kawasan permukiman yang dinilai membutuhkan penguatan kewaspadaan akan menjadi sasaran sosialisasi berikutnya.

Di tengah masih adanya ancaman begal dan curanmor, polisi berharap langkah pencegahan yang melibatkan pelajar dan masyarakat dapat memperkuat keamanan lingkungan sekaligus mengurangi peluang pelaku menjalankan aksinya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article