Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bappenas Minta Polisi Lebih Sigap Hadapi Dinamika di Masyarakat
Menteri Bappenas Minta Polisi Lebih Sigap Hadapi Dinamika di Masyarakat. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Rachmat Pambudy menekankan pentingnya kepemimpinan digital berbasis data bagi Polri agar mampu menghadapi tantangan global dan memahami kondisi masyarakat secara mendalam.
  • Ia mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan dengan pemahaman menyeluruh terhadap proses, latar belakang, serta implikasinya agar Polri dapat menjadi pelopor penggunaan AI yang bertanggung jawab.
  • Rachmat menyoroti peran data dan AI dalam pengambilan keputusan cepat dan akurat, termasuk membantu mengungkap kasus lama serta memperkuat kemampuan Polri menjaga keamanan masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan pentingnya kepemimpinan digital berbasis data bagi Polri dalam menghadapi berbagai tantangan akibat dinamika global. Hal tersebut disampaikannya usai menjadi narasumber dalam Seminar Sekolah Lemdiklat Polri di Lembang, Bandung Barat, Jumat (19/6/2026).

Menurut Rachmat, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia yang telah mencapai lebih dari 230 juta orang, Polri dituntut tidak hanya memahami teknologi digital, tetapi juga memahami kondisi masyarakat secara mendalam.

“Yang paling dekat dengan masyarakat itu polisi. Polisi bukan hanya memahami internet, tetapi harus lebih memahami kondisi masyarakat kita,” ujar Rachmat.

1. Perkembangan di media sosial harus terus dipantau

Bappenas Minta Polisi Lebih Sigap Hadapi Dinamika di Masyarakat

Ia mengapresiasi pandangan petinggi Polri yang menekankan bahwa polisi harus lebih mengetahui kondisi masyarakat di lingkungan sekitarnya. Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap masyarakat akan membuat Polri semakin dekat dengan hati rakyat.

“Kalau polisi tahu masyarakat sekitarnya, kondisi masyarakat yang ada di lingkungan terbawah, maka polisi pasti lebih dekat dengan hati masyarakat,” katanya.

Rachmat menjelaskan, pemanfaatan data menjadi semakin penting karena tantangan yang dihadapi saat ini tidak hanya berada di dunia nyata, tetapi juga di ruang virtual, termasuk media sosial dan platform digital lainnya.

“Dengan kondisi sekarang tidak hanya masalah kasat mata, tetapi juga yang virtual, digital, media sosial. Polisi harus memahami kedua hal itu, antara realitas dan yang dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.

2. Manfaatkan AI dalam menganalisa

Artifical Intelligence (Ip2m.uma.ac.id)

Terkait perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Rachmat menilai bahwa pemahaman terhadap AI harus dimulai dari pemahaman mengenai proses, latar belakang, serta implikasi teknologi tersebut.

“Yang pertama bukan AI-nya yang diketahui, tetapi apa yang ada di balik AI itu. Polisi harus memahami prosesnya, latar belakangnya, implikasinya, serta untuk apa AI itu dikembangkan,” ujarnya.

Menurutnya, AI memiliki manfaat besar dalam dunia pendidikan, penelitian, hingga pengembangan teknologi. Namun, teknologi tersebut juga berpotensi disalahgunakan apabila tidak diawasi dengan baik.

“Polisi harus tahu kapan AI digunakan dengan baik dan kapan digunakan untuk kegiatan yang tidak baik. Karena itu polisi harus menjadi pelopor dan ujung tombak perkembangan AI di Indonesia,” tegasnya.

3. Data penting dalam pengambilan keputusan

Demo Mahasiswa di Bandung Diwarnai Lemparan Petasan. IDN Times/Istimewa

Rachmat juga menyoroti pentingnya data dan AI dalam mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Ia mencontohkan sejumlah kasus kejahatan lama yang berhasil diungkap kembali berkat dukungan pengumpulan data yang kuat dan teknologi kecerdasan buatan.

“Dengan bantuan data, penguatan data, pengumpulan data, dan kecerdasan buatan, kejahatan yang sudah terjadi puluhan tahun lalu pun dapat terungkap dengan baik dan presisi,” katanya.

Ia berharap kepemimpinan digital berbasis data dapat semakin memperkuat kemampuan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Editorial Team

Related Article