Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bandung Punya 30 Konselor Keluarga, Warga Bisa Curhat di Sini
Dok. Istimewa
  • Kota Bandung menyiapkan 30 konselor keluarga di 30 kecamatan melalui program RKI BIPEKA PKS, serta meresmikan Ruang Curhat untuk pendampingan persoalan rumah tangga.
  • Warga dapat berkonsultasi mengenai komunikasi pasangan, pengasuhan, ekonomi, kesehatan mental, dan konflik keluarga melalui konselor kecamatan, Ruang Curhat DPD PKS, atau hotline PKS Menyapa.
  • Layanan didukung konsultan ahli berbagai bidang dan kolaborasi lintas lembaga, dengan pendampingan yang menekankan kepercayaan, keterbukaan, empati, serta tanpa menghakimi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Bandung ada 30 orang penolong keluarga di 30 kecamatan. Mereka bisa mendengar warga yang punya masalah di rumah, seperti bertengkar, susah uang, atau bingung mengurus anak. Warga juga bisa datang ke Ruang Curhat di kantor PKS Bandung atau menghubungi hotline. Sekarang layanan ini sudah dibuka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kehadiran konselor di seluruh kecamatan, Ruang Curhat, dan hotline membuka lebih banyak pintu bagi warga Bandung untuk didengar saat menghadapi persoalan keluarga. Dengan bekal pelatihan, dukungan ahli lintas bidang, serta penekanan pada empati dan sikap tanpa menghakimi, pendampingan ini memberi ruang yang lebih aman untuk mencari arah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Persoalan keluarga tidak selalu mudah dibicarakan, bahkan dengan orang terdekat. Konflik pasangan, pola pengasuhan anak, masalah ekonomi, hingga tekanan kesehatan mental terkadang membuat seseorang membutuhkan tempat bercerita sekaligus pendampingan untuk mencari jalan keluar.

Di Kota Bandung, masyarakat kini memiliki tambahan akses untuk berkonsultasi mengenai persoalan tersebut. Sebanyak 30 konselor keluarga disiapkan untuk menjangkau masyarakat di 30 kecamatan melalui program Rumah Keluarga Indonesia (RKI) yang dikelola Bidang Perempuan dan Keluarga (BIPEKA) DPD PKS Kota Bandung.

Layanan ini diperkuat dengan peresmian Ruang Konsultasi Keluarga atau Ruang Curhat di Kantor DPD PKS Kota Bandung, Rabu (28/10/2026). Kehadirannya ditujukan untuk membantu masyarakat menghadapi beragam persoalan rumah tangga, mulai dari komunikasi pasangan, pengasuhan anak, konflik keluarga, kesehatan mental, tekanan ekonomi, hingga tantangan kehidupan di era digital.

Ketua BIPEKA DPD PKS Kota Bandung, Hj. Intan Nur Rahmi, S.Si., MT., mengatakan layanan tersebut dihadirkan karena masih banyak keluarga yang menghadapi persoalan, tetapi tidak mengetahui tempat untuk menyampaikan keluhannya.

"Tidak sedikit keluarga menghadapi persoalan, tetapi tidak tahu harus bercerita kepada siapa. Kami ingin BIPEKA hadir sebagai sahabat keluarga, tempat untuk didengar, didampingi, dan dikuatkan," ujar Intan.

Melalui program ini, masyarakat dapat mengakses pendampingan melalui konselor di tingkat kecamatan maupun Ruang Curhat di kantor DPD. BIPEKA juga menyediakan hotline PKS Menyapa sebagai jalur informasi dan penghubung bagi warga yang membutuhkan konsultasi.

1. Ada 30 konselor yang menjangkau setiap kecamatan

Dok. Istimewa

Sebanyak 30 konselor yang dikukuhkan akan ditempatkan untuk menjangkau 30 kecamatan di Kota Bandung. Sebelum menjalankan tugas, mereka telah mengikuti pelatihan dan pembekalan sebagai persiapan memberikan pendampingan kepada keluarga di wilayah masing-masing.

Para konselor tersebut tidak bekerja sendiri. BIPEKA juga didukung tim Konsultan Ahli Keluarga di tingkat kota yang memiliki kompetensi dalam sejumlah bidang, seperti psikologi klinis, keuangan keluarga, parenting, fikih munakahat, pernikahan dan keluarga, konseling sebaya, keayahan, serta pendampingan hukum.

Untuk kebutuhan pendampingan hukum, BIPEKA bekerja sama dengan Bidang Advokasi Partai DPD PKS Kota Bandung. Dukungan berbagai bidang keahlian tersebut diharapkan dapat membantu mengarahkan masyarakat sesuai persoalan yang dihadapi.

Ketua DPD PKS Kota Bandung, H. Agus Andi Setiawan, yang memimpin prosesi pengukuhan dan pembacaan ikrar konselor, mengatakan penguatan keluarga merupakan investasi strategis dalam membangun peradaban. Menurutnya, keluarga perlu menjadi perhatian karena dari lingkungan tersebut lahir generasi penerus bangsa.

Sementara itu, Sekretaris DP3A Kota Bandung, Sopyan Hernadi, S.T., M.A.P., mengapresiasi hadirnya layanan tersebut sebagai upaya memperluas akses pendampingan keluarga. Ia menilai kompleksitas persoalan rumah tangga membutuhkan konselor yang kompeten, empatik, dan mampu membantu masyarakat menemukan solusi.

2. Bisa Datang ke ruang curhat atau menghubungi hotline

ilustrasi curhat dalam bentuk tulisan (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Masyarakat yang membutuhkan pendampingan dapat mengakses layanan melalui BIPEKA PKS di 30 kecamatan se-Kota Bandung. Warga juga dapat mendatangi Ruang Curhat yang berada di Kantor DPD PKS Kota Bandung untuk berkonsultasi secara langsung.

Selain layanan tatap muka, tersedia hotline PKS Menyapa melalui laman https://pksmenyapa.com/chat. Melalui kanal tersebut, masyarakat bisa memperoleh informasi dan diarahkan kepada konselor atau konsultan ahli sesuai kebutuhan.

Dalam memberikan pendampingan, konselor diharapkan mampu membangun hubungan yang dilandasi kepercayaan dan keterbukaan. Hal ini penting agar masyarakat merasa nyaman menyampaikan persoalan tanpa khawatir mendapatkan penilaian negatif.

Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa, S.Si., M.Psi.T., yang memberikan pembekalan kepada para konselor, menekankan pentingnya memahami dinamika keluarga dan tahapan tumbuh kembang setiap anggota keluarga.

Menurut Ledia, konselor perlu membangun kepercayaan (trust), keterbukaan (openness), dan pikiran terbuka (open mind). Pendampingan juga harus dilakukan dengan empati tanpa menghakimi agar orang yang berkonsultasi merasa aman ketika menceritakan persoalannya.

Prinsip tersebut menjadi penting karena persoalan keluarga sering kali berkaitan dengan banyak aspek kehidupan. Masalah komunikasi pasangan, misalnya, dapat beririsan dengan pola pengasuhan, kondisi ekonomi, maupun kesehatan mental anggota keluarga.

3. Kolaborasi dibutuhkan agar layanan berkelanjutan

Dok. Istimewa

Penguatan layanan konsultasi keluarga tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan konselor. Jejaring dengan lembaga dan organisasi lain juga diperlukan agar masyarakat dapat memperoleh pendampingan sesuai persoalan yang dihadapi.

Hal tersebut disampaikan Ir. Rita Sukendar, M.H., yang mewakili BIPEKA DPW PKS Jawa Barat. Ia mendorong para konselor membangun jejaring dan kolaborasi lintas lembaga agar layanan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Kegiatan pengukuhan 30 konselor tersebut turut dihadiri Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, drg. Susi Sulastri, M.H.Kes., serta perwakilan berbagai organisasi masyarakat dan lembaga pemerhati keluarga. Di antaranya Salimah, IKIAD Kota Bandung, PUSPAGA, ICMI, Penggiat Keluarga Indonesia (GiGa), 'Aisyiyah Muhammadiyah, Wanita Al-Irsyad, dan Wanita Syarikat Islam.

Kehadiran berbagai organisasi tersebut menjadi bagian dari semangat kolaborasi untuk memperkuat ketahanan keluarga di Kota Bandung.

Rangkaian kegiatan pengukuhan diisi dengan pembacaan surat keputusan, pengucapan ikrar konselor, penyerahan sertifikat pelatihan dan lanyard konselor, peresmian Ruang Curhat, serta pembekalan.

Intan berharap layanan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan kelembagaan, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga yang membutuhkan pendampingan.

"Keberhasilan program bukan diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari manfaat yang dirasakan keluarga. Ruang Curhat ini mungkin masih sederhana, tetapi semoga dari ruang kecil ini lahir banyak kebaikan," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article