Bandung, IDN Times - Persoalan keluarga tidak selalu mudah dibicarakan, bahkan dengan orang terdekat. Konflik pasangan, pola pengasuhan anak, masalah ekonomi, hingga tekanan kesehatan mental terkadang membuat seseorang membutuhkan tempat bercerita sekaligus pendampingan untuk mencari jalan keluar.
Di Kota Bandung, masyarakat kini memiliki tambahan akses untuk berkonsultasi mengenai persoalan tersebut. Sebanyak 30 konselor keluarga disiapkan untuk menjangkau masyarakat di 30 kecamatan melalui program Rumah Keluarga Indonesia (RKI) yang dikelola Bidang Perempuan dan Keluarga (BIPEKA) DPD PKS Kota Bandung.
Layanan ini diperkuat dengan peresmian Ruang Konsultasi Keluarga atau Ruang Curhat di Kantor DPD PKS Kota Bandung, Rabu (28/10/2026). Kehadirannya ditujukan untuk membantu masyarakat menghadapi beragam persoalan rumah tangga, mulai dari komunikasi pasangan, pengasuhan anak, konflik keluarga, kesehatan mental, tekanan ekonomi, hingga tantangan kehidupan di era digital.
Ketua BIPEKA DPD PKS Kota Bandung, Hj. Intan Nur Rahmi, S.Si., MT., mengatakan layanan tersebut dihadirkan karena masih banyak keluarga yang menghadapi persoalan, tetapi tidak mengetahui tempat untuk menyampaikan keluhannya.
"Tidak sedikit keluarga menghadapi persoalan, tetapi tidak tahu harus bercerita kepada siapa. Kami ingin BIPEKA hadir sebagai sahabat keluarga, tempat untuk didengar, didampingi, dan dikuatkan," ujar Intan.
Melalui program ini, masyarakat dapat mengakses pendampingan melalui konselor di tingkat kecamatan maupun Ruang Curhat di kantor DPD. BIPEKA juga menyediakan hotline PKS Menyapa sebagai jalur informasi dan penghubung bagi warga yang membutuhkan konsultasi.
