Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Arus Wisata Lebaran di Jabar Naik 30 Persen, Polda Lakukan Rekayasa Lalin
Jalur Puncak menuju simpang Gadog Puncak Bogor padat Sabtu (22/2/2025). (Linna Susanti/IDN Times).
  • Polda Jawa Barat mencatat lonjakan arus wisata hingga 30 persen pada hari pertama Lebaran, terutama di kawasan Puncak, Lembang, Ciwidey, dan Pangandaran.
  • Untuk mengurai kemacetan, polisi menerapkan rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah dan delaying system, dibantu pemantauan drone serta layanan hotline mudik bagi masyarakat.
  • Polda Jabar mengimbau pemudik memastikan kondisi kendaraan dan kesehatan sebelum arus balik, termasuk kesiapan saldo tol serta kepatuhan terhadap rambu dan arahan petugas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Kepolisian Daerah Jawa Barat melakukan evaluasi arus lalu lintas pasca hari pertama Idul Fitri 1447 H, dengan mencatat adanya peningkatan signifikan mobilitas masyarakat, khususnya menuju destinasi wisata di wilayah Jawa Barat.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan mengatakan bahwa pengamanan dilakukan melalui lima kluster utama, yakni tempat ibadah, penyeberangan dan bandara, jalur tol, jalur arteri dan perkotaan (alperi), serta kawasan wisata.

Menurutya, pada Lebaran hari pertama terjadi peningkatan arus kendaraan hingga 30 persen di sejumlah tempat wisata. Kondisi ini diprediksi akan berlanjut bahkan meningkat pada hari kedua, seiring tingginya aktivitas silaturahmi dan pergerakan wisata masyarakat, termasuk para pemudik yang telah tiba di kampung halaman.

"Sejumlah lokasi wisata menjadi perhatian khusus aparat kepolisian karena tingginya tingkat kunjungan, di antaranya kawasan Puncak yang meliputi Taman Safari, Lembang, Ciwidey, hingga Pantai Pangandaran. Kepadatan di titik-titik tersebut telah diantisipasi melalui peningkatan pengamanan sejak awal libur Lebaran." ujarnya, Minggu (22/3/2026).

1. Optimalkan drone pantau kondisi jalan

Situasi Gerbang Tol Cikampek Utama. (Dokumen Jasamarga)

Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol. Raydian Kokrosono mengungkapkan, untuk mengurai potensi kemacetan, Polda Jawa Barat menerapkan sejumlah strategi. Selain penempatan personel di titik-titik rawan (ploting statis), juga disiagakan tim urai kemacetan yang bergerak secara mobile.

"Penggunaan teknologi drone turut dioptimalkan untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time dan mengidentifikasi penyebab kepadatan secara cepat dan akurat," kata dia.

2. Pemberlakuan one way tetap dilakukan

Dua jalur Tol Cipali kembali dibuka setelah penerapan one way arah ke Cirebon (inin nastain/IDN Times)

Selain itu, kepolisian juga menerapkan rekayasa lalu lintas berupa delaying system atau penundaan arus sebelum pemberlakuan sistem satu arah (one way). Strategi ini dinilai efektif, khususnya di kawasan Puncak, untuk mengatur volume kendaraan dari dua arah secara bergantian sehingga mengurangi kepadatan.

Menjelang arus balik, Polda Jawa Barat juga mengintensifkan penyebaran informasi melalui media sosial serta layanan hotline mudik. Hingga saat ini, layanan tersebut telah diakses oleh sekitar 11.000 pengguna.

Melalui hotline, masyarakat dapat memperoleh informasi kondisi lalu lintas, akses CCTV, lokasi pos pelayanan dan pos terpadu, serta berkomunikasi langsung dengan petugas jika membutuhkan bantuan. Sebanyak 332 pos pengamanan telah disiagakan selama Operasi Ketupat.

Di samping itu, layanan darurat Call Center 110 juga terus disosialisasikan kepada masyarakat untuk memberikan kemudahan dalam pelaporan kondisi darurat di lapangan.

3. Imbau pemudik rajin cek kendaraan yang dipakai

Kendaraan pemudik melaju dua jalur satu arah di Tol Trans Jawa ruas Semarang-Solo KM 428 A dan B, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Aji Styawan)

Polda Jawa Barat mengimbau kepada para pemudik yang akan kembali ke Jakarta agar mempersiapkan diri dengan baik, mulai dari memastikan kondisi kesehatan, kelayakan kendaraan seperti rem, lampu, ban, dan perlengkapan darurat seperti dongkrak. Selain itu, pemudik juga diminta memastikan kecukupan saldo tol, merencanakan rute perjalanan, serta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.

"Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan arus balik Lebaran dapat berjalan dengan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh masyarakat," kata dia.

Editorial Team