Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Anomali Industri di Bekasi, Pabrik Banyak tapi Warga Sulit Dapat Kerja
Ilustrasi industri pabrik (IDN Times/Arief Rahmat)
  • Tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Bekasi mencapai 8,78% atau sekitar 145.620 orang pada Agustus 2025, tertinggi di Jawa Barat, meski terdapat sekitar 9.100 perusahaan menengah dan besar.
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti rekrutmen yang dinilai tertutup serta dugaan percaloan, dengan calon pekerja disebut membayar Rp5 juta hingga Rp15 juta untuk pekerjaan kontrak.
  • Dedi mendorong rekrutmen terbuka, pelatihan Prakerja bagi calon tenaga kerja, dan koordinasi perusahaan, dinas tenaga kerja, serta sekolah agar warga sekitar siap memenuhi kebutuhan industri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Agustus 2025

Tingkat Pengangguran Terbuka Kabupaten Bekasi mencapai 8,78% atau sekitar 145.620 orang, tertinggi di Jawa Barat.

Kamis (17/9/2026)

Dedi Mulyadi menyoroti rendahnya serapan tenaga kerja warga Bekasi meski industri tumbuh. Ia menilai rekrutmen tertutup dan percaloan menghambat akses kerja warga setempat serta mendorong sistem rekrutmen yang lebih terbuka.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti rendahnya akses kerja warga lokal di tengah banyaknya industri di Kabupaten Bekasi, termasuk rekrutmen tertutup dan dugaan percaloan penerimaan tenaga kerja.
  • Who?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, warga pencari kerja di Bekasi, perusahaan kawasan industri, Pemerintah Kabupaten Bekasi, serta pihak yang diduga menguasai informasi perekrutan.
  • Where?
    Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang memiliki sekitar 9.100 perusahaan skala menengah dan besar serta menjadi salah satu kawasan industri terbesar di Jawa Barat.
  • When?
    Dedi Mulyadi menyampaikan sorotan tersebut pada Kamis, 17 September 2026. Data BPS mencatat TPT Kabupaten Bekasi pada Agustus 2025 sebesar 8,78 persen atau sekitar 145.620 orang.
  • Why?
    Informasi lowongan dinilai tidak selalu terbuka, sementara terdapat dugaan biaya percaloan Rp5 juta hingga Rp15 juta dan warga sekitar disebut tidak selalu diprioritaskan dalam perekrutan.
  • How?
    Dedi Mulyadi mendorong rekrutmen terbuka, pendataan calon pekerja, pelatihan Prakerja sebelum perekrutan, serta koordinasi perusahaan, dinas tenaga kerja, dan sekolah untuk menyiapkan tenaga kerja sesuai proyeksi kebutuhan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Bekasi ada banyak pabrik, tapi banyak warga masih susah dapat kerja. Pak Dedi Mulyadi bilang info lowongan sering tidak terbuka. Ada juga orang yang diminta bayar supaya diterima kerja. Sekarang ia ingin lowongan dibuka dan anak-anak dekat pabrik diberi pelatihan dulu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sorotan terhadap kesenjangan antara pesatnya industri dan akses kerja warga membuka ruang pembenahan yang lebih terarah di Bekasi. Usulan rekrutmen terbuka, pelatihan bagi calon pekerja, serta koordinasi kebutuhan tenaga kerja dengan sekolah menunjukkan adanya kerangka untuk menyiapkan warga sekitar agar lebih selaras dengan peluang industri yang tersedia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM turut mempertanyakan mengenai serapan tenaga kerja di Bekasi. Pasalnya industri di daerah tersebut banyak, namun masyarakat setempat sulit dapat kerja.

Menurut KDM, pertumbuhan industri belum sepenuhnya diikuti dengan terbukanya akses kerja bagi masyarakat setempat. Salah satu persoalan yang disorot adalah informasi rekrutmen yang dinilai masih banyak berlangsung secara tertutup.

Berdasarkan data BPS Jawa Barat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Bekasi pada Agustus 2025 mencapai 8,78 persen atau sekitar 145.620 orang. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara kabupaten/kota di Jawa Barat.

1. Rekrutmen khusus warga Jabar masih minim

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Di sisi lain, Kabupaten Bekasi merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Jawa Barat. Pemkab Bekasi menyebut terdapat sekitar 9.100 perusahaan skala menengah dan besar yang beroperasi di wilayah tersebut.

"Investasi dalam setiap tahun mengalir deras, industri tumbuh dengan cepat, kawasan industri berkembang dengan besar, tetapi rekrutmen terhadap tenaga kerja warga Jabar relatif belum sesuai dengan harapan," ujar KDM, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah informasi mengenai lowongan pekerjaan tidak selalu tersedia secara terbuka sehingga masyarakat kesulitan mengetahui kebutuhan tenaga kerja perusahaan.

"Banyak sekali rekrutmen itu dilakukan secara tidak terbuka sehingga akses warga untuk mendapat informasi kerja itu tidak bisa didapat,” katanya.

2. KDM temukan adanya praktik suap

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Selain persoalan keterbukaan informasi, KDM juga menyinggung praktik percaloan dalam proses penerimaan tenaga kerja. Dia mengaku menemukan adanya calon pekerja yang harus mengeluarkan uang untuk mendapatkan pekerjaan, termasuk untuk posisi tenaga kerja kontrak.

"Ada tenaga kerja kontrak itu ada yang Rp5 juta, ada yang Rp15 juta," ucap KDM.

Praktik tersebut, kata dia, dapat membebani keluarga calon pekerja, dia pun mencontohkan orangtua yang sampai harus meminjam uang kepada rentenir untuk membiayai anaknya agar bisa diterima bekerja.

Persoalan itu kemudian semakin berat ketika pekerja tersebut hanya mendapatkan kontrak selama satu tahun. Setelah kontrak berakhir, kata dia, pekerjaan hilang sementara utang yang digunakan untuk mendapatkan pekerjaan masih harus dibayar.

"Orangtuanya itu pinjam uang ke rentenir untuk anaknya suap masuk kerja. Setelah itu dapat kerjanya kontrak. Setahun diberhentikan, kontraknya diputus, utangnya belum lunas, kerjanya berhenti," katanya.

3. Warga lokal harusnya dapat kesempatan bekerja di daerah sendiri

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

KDM juga menyoroti dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang menguasai informasi perekrutan di lingkungan kawasan industri. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi membuat warga sekitar justru kalah bersaing dengan pencari kerja dari luar daerah.

"Yang menguasai calon tenaga kerja lingkungan itu tidak memprioritaskan yang di lingkungan karena yang di lingkungannya enggak punya duit. Dia selalu yang dari luar karena punya duit," ujarnya.

Untuk memutus persoalan tersebut, KDM mendorong sistem rekrutmen yang lebih terbuka sekaligus menyiapkan calon pekerja jauh sebelum perusahaan melakukan perekrutan. Dia mengusulkan program Prakerja tidak hanya diberikan kepada pencari kerja setelah lulus, tetapi juga digunakan untuk mempersiapkan mereka yang sudah masuk daftar calon tenaga kerja berdasarkan kebutuhan industri.

"Kalau informasinya terbuka, maka mereka yang menjadi daftar antrian masuk ke perusahaan itu kita bisa mempersiapkan dulu dalam bentuk pelatihan Prakerja," katanya.

Menurutnya, apabila perusahaan sudah memiliki proyeksi kebutuhan tenaga kerja untuk dua atau tiga tahun mendatang, sekolah di sekitar kawasan industri dapat diarahkan untuk mempersiapkan siswa sesuai kebutuhan tersebut.

"Kalau perusahaan punya rencana rekrut tenaga kerja tiga tahun depan, rencananya diberikan kepada Naker, maka kita bisa kerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk mengidentifikasi anak-anak sekolah yang di sekitar industri yang akan membutuhkan lapangan kerja itu untuk dipersiapkan sejak dini," ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article