Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Anak Harimau Mati di Bandung Zoo, Walkot: Itu karena Virus

Anak Harimau Mati di Bandung Zoo, Walkot: Itu karena Virus
Dua ekor anak Harimau Benggala telah lahir dan menambah koleksi satwa yang ada di Bandung Zoo.. Dokumen Antara Foto
Intinya Sih
  • Wali Kota Bandung menegaskan kematian anak harimau Benggala di Bandung Zoo disebabkan infeksi virus panleukopenia bawaan induknya, bukan karena kelalaian perawatan.
  • Satu anak harimau lainnya menunjukkan kondisi membaik setelah melewati fase kritis dan mendapat perawatan intensif dari tim dokter dengan berbagai terapi medis.
  • Pemerintah dan pengelola kebun binatang melakukan pemantauan ketat serta evaluasi menyeluruh agar kasus serupa tidak terulang dan seluruh satwa tetap aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Kematian anak harimau Benggala di Kebun Binatang Bandung menjadi sorotan. Musababnya, perawatan binatang pun tengah dipertanyakan di saat penutupan berkepanjangan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan, peristiwa ini bukan karena kelalaian perawatan, melainkan faktor infeksi virus bawaan dari induknya.

Dia menjelaskan, induk harimau merupakan carrier virus yang memang khas menyerang keluarga kucing besar. Virus tersebut adalah panleukopenia, penyakit yang disebabkan oleh feline panleukopenia virus dan menyerang sistem kekebalan tubuh dengan menurunkan sel darah putih.

Dua anak harimau yang lahir sudah terinfeksi sejak awal. Kondisi ini membuat salah satu anak tidak dapat diselamatkan karena sejak lahir sudah sangat lemah.

“Bukan karena tidak terawat, tapi karena virus yang dibawa induknya,” ujar Farhan, Rabu (24/3/2026).

1. Pemantauan terus dilakukan

Kelahiran-Anak-Harimau-Benggala-Di-Kebun-Binatang-Bandung-180825-rai-3_1.jpg
Dua ekor anak Harimau Benggala telah lahir dan menambah koleksi satwa yang ada di Bandung Zoo.. Dokumen Antara Foto

Induk harimau sendiri diketahui dalam kondisi kebal, sementara anaknya jauh lebih rentan sehingga sulit bertahan. Sebagai langkah antisipasi, anak harimau langsung dipisahkan dari induknya untuk mencegah risiko lanjutan. Farhan juga memastikan seluruh satwa lain tetap aman dan tidak terdampak.

Pemantauan dilakukan penuh oleh tim, dengan petugas yang siaga 100 persen. Bahkan, evaluasi disebut menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kota.

“Semua informasi terpantau, tidak ada yang ditelantarkan,” katanya.

Selain itu, pengelola juga berencana melakukan peninjauan langsung untuk memastikan kondisi di lapangan dan mencegah kejadian serupa terulang.

2. Satu anak harimau lain kondisinya membaik

Kelahiran-Anak-Harimau-Benggala-Di-Kebun-Binatang-Bandung-180825-rai-8_1.jpg
Dua ekor anak Harimau Benggala telah lahir dan menambah koleksi satwa yang ada di Bandung Zoo.. Dokumen Antara Foto

Satu anak harimau yang masih bertahan kini dalam perawatan intensif oleh tim dokter yang terdiri dari lima orang. Hewan tersebut disebut sudah melewati fase kritis 72 jam—fase penting dalam penanganan infeksi virus ini.

Kondisi terbaru menunjukkan perkembangan positif. Gejala seperti diare dan muntah sudah tidak muncul, dan aktivitas mulai meningkat.

Perawatan yang diberikan meliputi antibiotik, antiemetik, cairan rehidrasi oral, suplemen imun, hingga antivirus. Asupan makanan juga mulai diberikan secara bertahap dengan bantuan keeper.

3. Minta kasus serupa tak terulang

IMG_20251226_131524_1.jpg
Kunjungan masyarakat ke Bandung Zoo saat libur Nataru. IDN Times/Debbie Sutrisno

Ke depan, pengelola menegaskan virus panleukopenia menjadi perhatian serius, terutama di lingkungan kebun binatang yang memiliki koleksi kucing besar.

“Saya sangat prihatin dan sedih, tetapi ini harus menjadi perhatian agar tidak terulang,” ujarnya.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More