Akademisi Bandung Soroti Situasi Nasional, Ajak Masyarakat Tak Bosan Bergerak. IDN Times./Debbie Sutrisno
Susi mengatakan situasi yang terjadi saat ini sudah cukup buruk sehingga masyarakat perlu melakukan sesuatu. Namun, ia mengingatkan agar setiap langkah yang diambil tetap mempertimbangkan hal terbaik bagi Indonesia.
"Yang jelas kita melihat situasi sudah sangat buruk, jadi kita dalam berbagai laku kita perlu melakukan sesuatu. Tapi yang juga sangat penting adalah untuk semua di situ juga memikirkan apa yang terbaik, dan dengan penuh kepala dingin, emosi yang ditata," kata Susi.
Menurutnya, kegiatan doa bersama menjadi salah satu upaya untuk mengesampingkan perbedaan politik dan mempertemukan masyarakat dalam nilai yang paling mendasar sebagai manusia.
"Berdoa bersama adalah salah satu upaya untuk mengumpulkan semuanya tanpa perbedaan yang politik dan lain sebagainya, tapi lebih kepada hal yang paling mendasarkan manusia," ujarnya.
Susi menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari forum intelektual lintas disiplin. Kegiatan serupa sebelumnya telah dilakukan di Jakarta, sementara Bandung memilih menggelarnya dengan tagline "Indonesia Berdoa".
Menurut Susi, doa bukan berarti masyarakat menyerah terhadap keadaan. Sebaliknya, doa diharapkan menjadi kekuatan agar masyarakat tetap berusaha menghadapi berbagai persoalan.
"Hanya kepada Tuhan, hanya kepada Allah harapan tertinggi itu disampaikan. Oleh karena itu, dengan kegiatan Indonesia berdoa ini, sebagaimana tadi disampaikan oleh Prof. Ada, maka kita dapat menghadapi masalah ini dengan lebih tenang, dengan lebih rasional, dengan bukan berarti menyerah," katanya.