Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
53 Pelajar RI Siap Jadi Duta Budaya di 15 Negara Lewat Program AFS
53 Pelajar Indonesia Siap Jadi Duta Budaya di 15 Negara Lewat Program AFS
  • Sebanyak 53 pelajar Indonesia dilepas mengikuti AFS Year Program 2026/2027 dan AKP+ selama setahun di 15 negara, termasuk Jepang, Denmark, Amerika Serikat, dan Tiongkok.
  • Peserta akan tinggal dengan keluarga angkat, bersekolah, serta terlibat dalam kegiatan masyarakat lokal untuk memperluas wawasan dan mengenalkan budaya Indonesia.
  • Program pertukaran ini dipandang sebagai investasi SDM dan diplomasi budaya, membentuk pelajar berperspektif global, menghargai keberagaman, serta mampu membangun persahabatan lintas negara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sebanyak 53 pelajar Indonesia pergi belajar ke 15 negara selama satu tahun. Mereka akan tinggal dengan keluarga angkat, sekolah, dan mengenalkan budaya Indonesia. Dhafri akan pergi ke Denmark. Ia senang, bangga, dan juga gugup meninggalkan keluarganya. Nanti setelah selesai, mereka diharapkan pulang membawa pengalaman baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Keberangkatan 53 pelajar ini menunjukkan ruang nyata bagi generasi muda Indonesia untuk belajar langsung dari kehidupan lintas budaya sambil memperkenalkan identitas bangsanya. Tinggal dengan keluarga angkat, bersekolah, dan terlibat di masyarakat setempat memberi mereka pengalaman yang dapat menumbuhkan penghargaan terhadap keberagaman serta persahabatan antarbangsa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Sebanyak 53 pelajar Indonesia resmi dilepas untuk mengikuti program pertukaran pelajar AFS Year Program 2026/2027 dan Asia Kakehashi Project+ (AKP+). Selama satu tahun ke depan, mereka akan tinggal bersama keluarga angkat, bersekolah, sekaligus mengenalkan budaya Indonesia di 15 negara tujuan.

Program tersebut dinilai bukan sekadar kesempatan belajar di luar negeri, melainkan menjadi bagian dari upaya mencetak generasi muda yang berwawasan global sekaligus memperkuat diplomasi budaya Indonesia melalui pertukaran pelajar.

"Program pertukaran pelajar merupakan investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia. Melalui pengalaman belajar dan hidup lintas budaya, para peserta dibentuk menjadi active global citizens yang memiliki perspektif global, menjunjung tinggi keberagaman, serta mampu menjadi duta budaya dan jembatan persahabatan antarbangsa," ujar Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Martini melalui siaran pers diterima IDN Times, Rabu (5/8/2026).

1. Pelajar akan belajar di 15 negara selama satu tahun

53 Pelajar Indonesia Siap Jadi Duta Budaya di 15 Negara Lewat Program AFS

Bina Antarbudaya melepas 53 pelajar Indonesia melalui acara Farewell Party di Makara Art Center, Universitas Indonesia, Depok. Para peserta akan mengikuti program pertukaran pelajar di Amerika Serikat, Belgia, Denmark, Finlandia, Filipina, Hungaria, Italia, Norwegia, Polandia, Prancis, Selandia Baru, Swiss, Tiongkok, Turkiye, serta Jepang melalui program Asia Kakehashi Project+.

Selama menjalani program, para peserta akan tinggal bersama keluarga angkat (host family), bersekolah di sekolah setempat, dan terlibat dalam berbagai kegiatan masyarakat untuk memperluas wawasan sekaligus mengenalkan budaya Indonesia.

"Program AFS lebih dari sekadar pengalaman belajar di luar negeri. Program ini membentuk generasi muda menjadi pemimpin masa depan yang mampu melihat dunia dengan perspektif global, menjunjung tinggi keberagaman, serta menghubungkan masyarakat lintas budaya melalui semangat persahabatan dan kolaborasi," kata Direktur Eksekutif Bina Antarbudaya, Gatot Nuradi Sam.

2. Bangga sekaligus gugup membawa nama Indonesia

53 Pelajar Indonesia Siap Jadi Duta Budaya di 15 Negara Lewat Program AFS

Salah satu peserta, Dhafri Ithar Abidin, mengaku antusias sekaligus gugup karena akan menjalani kehidupan baru di Denmark. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk belajar sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.

Dhafri berharap mampu menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia dapat menghargai keberagaman dan berkontribusi dalam membangun hubungan antarbangsa.

"Perasaan saya campur aduk antara senang, bangga, sekaligus gugup karena sebentar lagi akan meninggalkan keluarga untuk menjalani kehidupan di Denmark yang menjadi negara yang benar-benar baru untuk saya. Namun saya percaya pengalaman ini akan menjadi kesempatan berharga untuk belajar, membangun persahabatan lintas budaya, dan membawa nama baik Indonesia," ujar Dhafri.

3. Pertukaran pelajar dinilai memperkuat diplomasi budaya Indonesia

PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menyambut baik kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah India dalam program konservasi dan restorasi Candi Prambanan sebagai tonggak penting penguatan diplomasi budaya dan pelestarian warisan dunia. Dua pemimpin negara, Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi mengunjungi candi tersebut pada Rabu (08/07). (Dok. InJourney)

Bina Antarbudaya menyebut program pertukaran pelajar telah menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan global sejak 1985. Melalui pengalaman hidup bersama keluarga angkat dan masyarakat lokal, para peserta diharapkan tidak hanya menjadi pelajar, tetapi juga duta budaya Indonesia.

Setelah menyelesaikan program, para peserta diharapkan kembali ke Indonesia dengan membawa pengalaman internasional, perspektif baru, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan melalui kepemimpinan, inovasi, dan kolaborasi lintas budaya.

Generasi muda dengan karakter seperti inilah yang akan memperkuat diplomasi masyarakat sekaligus membawa nilai-nilai dan kekayaan budaya Indonesia ke tingkat global.

Editorial Team

Related Article