Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
51 Rumah Terbakar di Kasepuhan Ciptamulya Bakal Dibangun Pemprov Jabar
Kebakaran di Cipta Mulya hanguskan puluhan rumah dan leuit. (Facebook: Daryono Perwira)

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi merespons langsung peristiwa kebakaran hebat di Kasepuhan Adat Ciptamulya, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2026). Dari peristiwa ini ada puluhan rumah hangus dilahap si Jago Merah.

Dedi Mulyadi pun memastikan pemerintah segera turun tangan karena kawasan tersebut merupakan bagian dari warisan budaya Jawa Barat yang harus dijaga. Dia juga telah menghubungi pimpinan Kasepuhan Adat Ciptamulya, Abah Asep, dan menjanjikan akan membangun kembali rumah-rumah yang hangus terbakar.

"Dan saya sudah telepon Abah Asep barusan dan saya sudah menyampaikan 51 rumah yang terbakar itu akan segera kembali dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat," ujar Dedi, Senin (27/7/2026).

1. Masyarakat kampung adat hidup secara mandiri

ilustrasi kebakaran (IDN Times/Arief Rahmat)

Kasepuhan Adat Ciptamulya, kata dia, merupakan salah satu kekayaan budaya Jawa Barat yang perlu dilestarikan. Selama ini, masyarakat adat di kawasan tersebut dikenal hidup mandiri, rukun, dan menjaga tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

"Karena itu merupakan kekayaan budaya yang kami miliki dan mereka adalah masyarakat adat yang selama ini mandiri, mampu membangun kehidupan yang rukun," kata Dedi.

Politisi Partai Gerindra itu meminta seluruh warga Kasepuhan Adat Ciptamulya tetap tenang menghadapi musibah tersebut. Ia memastikan pemerintah akan segera datang ke lokasi untuk membantu proses pemulihan sekaligus membangun kembali rumah-rumah yang terbakar.

"Semoga Abah dan seluruh warga tetap tenang, nanti dalam waktu tidak terlama kami akan segera turun dan kembali membangun Kasepuhan Ciptamulya. Haturnuhun, salam untuk semuanya," ujarnya.

2. Data BPBD mencatat ada 70 rumah yang terbakar

Ilustrasi kebakaran (IDN Times/Sukma Shakti)

Sebelumnya, Musibah kebakaran hebat meratakan permukiman di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, RT 05 dan RT 07 RW 02, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2026) siang. Sedikitnya 70 unit rumah warga adat dilaporkan ludes terbakar dan rata dengan tanah.

Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Sukabumi, amuk si jago merah yang terjadi sejak pukul 14.00 WIB tersebut membuat 70 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 420 jiwa mendadak kehilangan tempat tinggal.

"Data sementara yang diperoleh dari Kadus di sini, rumah yang habis terbakar ada 70 unit, yang secara otomatis 70 KK dengan total 420 jiwa. Hampir semua barang-barang mereka tidak bisa terselamatkan," kata Staf Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Sukabumi, Kuswan Hermawan, Sabtu (25/7/2026).

3. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran hebat ini

Ilustrasi kebakaran. (IDN Times/Persiana Galih)

Api pertama kali muncul dari fasilitas MCK umum yang berada di pinggir permukiman dekat Rumah Gede (Imah Gede). Dugaan kuat pemicunya adalah korsleting listrik yang memercikkan api di bagian atap bangunan.

Bahan bangunan rumah adat yang mayoritas beratap ijuk dan terbuat dari kayu membuat kobaran api membakar permukiman tradisional tersebut dengan sangat cepat. Ditambah hembusan angin kencang serta jarak antar-rumah yang saling berdempetan, si jago merah tanpa ampun meratakan puluhan hunian hanya dalam hitungan jam.

"Karena bangunannya dekat Kasepuhan ini kebanyakan beratap ijuk, maka api dengan sangat cepat menyebar karena bantuan angin juga. Apalagi posisi rumah di sini berdempetan," kata Kuswan.

Meski 70 rumah hangus tanpa sisa, Kuswan memastikan tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka dalam musibah ini. Kesiagapan warga serta kuatnya ikatan kekeluargaan di kampung adat menjadi faktor utama ratusan jiwa berhasil selamat dari kepungan api.

"Alhamdulillah korban jiwa tidak ada, korban luka pun tidak ada. Saat kejadian sebagian warga masih di kebun dan sebagian ada di rumah. Cuma karena kesiagapan mereka dan kekeluargaan di Kasepuhan ini sangat kuat, jadi saling bahu-membahu menyelamatkan diri," ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article