Bio Farma Dorong Percepatan Vaksin HPV untuk Anak Laki-laki

- Bio Farma mendorong vaksin HPV bagi anak laki-laki karena virus ini tidak hanya terkait kanker serviks, tetapi juga dapat menyebabkan penyakit langsung pada laki-laki.
- Kementerian Kesehatan akan memulai vaksinasi HPV anak laki-laki sekitar usia 11 tahun melalui BIAS Agustus 2026 di DIY, DKI Jakarta, dan Bali.
- Perluasan dilakukan bertahap hingga nasional, dengan syarat cakupan vaksin HPV anak perempuan di wilayah sasaran mencapai 90 persen sesuai rekomendasi KIN dan WHO.
Bandung, IDN Times - PT Bio Farma (Persero) mendorong perluasan cakupan imunisasi Human Papillomavirus (HPV) agar tidak hanya menyasar anak perempuan, tetapi juga anak laki-laki. Langkah ini dinilai penting karena infeksi HPV tidak hanya berkaitan dengan kanker serviks pada perempuan, tetapi juga dapat menyebabkan penyakit pada laki-laki.
Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya mengatakan masih terdapat persepsi di masyarakat bahwa laki-laki hanya berperan sebagai pembawa atau carrier virus HPV. Padahal, infeksi HPV juga dapat memberikan dampak kesehatan secara langsung kepada laki-laki.
"Kalau kita lihat berdasarkan studi dan pengalaman negara lain, vaksin HPV juga diberikan kepada laki-laki. Laki-laki memang bisa menjadi carrier, tetapi juga bisa terkena penyakit yang disebabkan oleh HPV," ujar Shadiq saat berdikusi di Kota Bandung beberapa waktu lalu.
1. Vaksin HPV untuk laki-laki dinilai penting sejak kecil

Biofarma Transfer Teknologi ke India, Senegal, Hingga Ghana dalam Pembuatan Vaksin. IDN Times/Debbie Sutrisno Shadiq mengatakan, pemberian vaksin HPV kepada anak laki-laki perlu dilakukan sejak usia sekolah. Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memberikan perlindungan sejak dini terhadap penyakit yang berkaitan dengan infeksi HPV.
Saat ini, Kementerian Kesehatan telah mulai melakukan introduksi vaksin HPV untuk anak laki-laki berusia sekitar 11 tahun melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Program tersebut mulai dilaksanakan pada Agustus 2026 di tiga provinsi, yakni Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, dan Bali.
Shadiq mengatakan Bio Farma juga melihat peluang untuk memperluas penggunaan vaksin HPV, termasuk untuk melindungi anak laki-laki dari penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut.
2. Sudah diterapkan di banyak negara

ilustrasi vaksin HPV, kanker serviks (magnific.com/wayhomestudio) Vaksin HPV dengan perlindungan terhadap empat tipe virus atau vaksin kuadrivalen telah digunakan untuk laki-laki di sejumlah negara, termasuk Australia dan Malaysia.
"Empat valen ini digunakan untuk laki-laki dan itu sudah dilakukan di beberapa negara, ada di Australia dan Malaysia," ujarnya.
Sementara itu, terkait dosis pemberian vaksin HPV, Shadiq mengatakan ketentuannya mengikuti kebijakan dan rekomendasi kesehatan yang berlaku. Ia menjelaskan program imunisasi HPV pada anak perempuan sebelumnya diberikan dalam dua dosis, namun kebijakan tersebut kini menggunakan satu dosis. Sementara untuk perempuan yang telah menikah, pemberian vaksin dapat menggunakan tiga dosis sesuai ketentuan yang berlaku.
Bio Farma berharap perluasan vaksinasi HPV dapat semakin memperkuat upaya pencegahan penyakit akibat infeksi HPV sekaligus memberikan perlindungan sejak usia anak-anak.
3. Sesuai rekomendasi WHO

ilustrasi kanker serviks (IDN Times/Novaya Siantita) Sebelumnya, Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan RI Indri Yogyaswari mengatakan pemberian vaksin HPV kepada anak laki-laki dilakukan secara bertahap sebelum diperluas secara nasional.
"Jadi memang di tahun ini kami rencanakan untuk BIAS bulan Agustus, kita akan memulai introduksi pemberian vaksin HPV pada anak laki-laki di tiga provinsi. Jadi betul di Yogyakarta, kemudian di Jakarta, dan Bali," kata Indri
Indri mengatakan, pemerintah tidak langsung menerapkan vaksin HPV untuk anak laki-laki secara nasional. Program tersebut akan diperluas secara bertahap dengan mempertimbangkan hasil evaluasi pelaksanaan di daerah sebelumnya.
Pada 2027, pemerintah berencana menambah tiga provinsi sebagai sasaran program, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten. Selanjutnya, pada 2028 program akan diperluas ke Jawa Timur sebelum ditargetkan diterapkan secara nasional.
"Jadi memang kita mulai dulu di tahun ini untuk tiga provinsi, yang tadi kami sudah sampaikan, nanti di tahun depan akan ada tiga provinsi lagi tambahan, tahun 2028 akan ada tambah satu provinsi, sebelum rencana kita akan nationwide," tutur Indri.
Menurutnya, penerapan bertahap juga mempertimbangkan rekomendasi Komisi Imunisasi Nasional (KIN) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Salah satu pertimbangannya adalah cakupan imunisasi HPV pada anak perempuan di wilayah yang menjadi sasaran. Cakupan imunisasi HPV pada anak perempuan ditargetkan telah mencapai 90 persen sebelum program vaksinasi HPV untuk anak laki-laki diperluas di wilayah tersebut.
"Karena memang dari sisi rekomendasi KIN atau Komisi Imunisasi Nasional dan WHO juga, jadi memang untuk yang HPV boys ini tidak ada syaratnya. Syaratnya adalah cakupan imunisasi HPV pada anak perempuan di wilayah tersebut sudah 90 persen. Jadi inilah alasannya kenapa kami bikin bertahap, tidak langsung nationwide," kata Indri.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















