Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cuaca Jabar Sepekan ke Depan Masih Kering, Hujan Lokal Masih Terjadi

Kota Bandung
3 min read
Cuaca Jabar Sepekan ke Depan Masih Kering, Hujan Lokal Masih Terjadi
ilustrasi kepanasan di bawah paparan sinar matahari (medicalnewstoday.com)
  • BMKG memprakirakan Jawa Barat didominasi cuaca cerah hingga berawan dan curah hujan rendah pada 21-27 September 2026, meski hujan lokal ringan-sedang masih mungkin terjadi.
  • Hujan lokal berpotensi muncul bergantian di sejumlah wilayah hingga 25 September, dapat disertai petir dan angin kencang singkat; 26-27 September diprakirakan tanpa hujan signifikan.
  • Kekeringan telah berdampak pada 943.492 jiwa di Jabar; 25.002.900 liter air bersih disalurkan, sementara status siaga kekeringan dan karhutla berlaku hingga 30 September 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Jawa Barat masih harus menghadapi kondisi cuaca kering pada pekan ketiga September 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat memprakirakan sebagian besar wilayah Jabar didominasi cuaca cerah hingga berawan dengan curah hujan yang cenderung rendah pada 21-27 September 2026.

Meski demikian, hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpeluang turun di sejumlah daerah. Hujan tersebut dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat.

  1. 1. Sejumlah daerah berpotensi diguyur hujan lokal

    Viral hujan lokal hanya di satu mobil (instagram.com/infodepok_id)
    Viral hujan lokal hanya di satu mobil (instagram.com/infodepok_id)

    Dari prakiraan tersebut, potensi hujan lokal pada awal pekan diprakirakan terjadi secara tidak merata di sejumlah wilayah Jawa Barat. Pada Senin, 21 September 2026, hujan lokal berpotensi terjadi di Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, serta Kabupaten dan Kota Sukabumi.

    Sementara potensi hujan kemudian diprakirakan terjadi di Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi pada Selasa, 22 September. Memasuki Rabu, 23 September, hujan lokal berpeluang mengguyur Kabupaten dan Kota Bogor serta Kabupaten Sukabumi. Sedangkan pada Kamis, 24 September, potensi hujan bergeser ke Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta.

    Untuk Jumat, 25 September, hujan lokal berpotensi terjadi di Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bandung Barat. Adapun pada Sabtu dan Minggu, 26-27 September, seluruh wilayah Jawa Barat diprakirakan nihil dari potensi hujan signifikan.

  2. 2. Warga diminta tetap waspada kekeringan dan karhutla

    ilustrasi karhutla
    ilustrasi karhutla (unsplash.com/Emma Renly)

    BMKG Jawa Barat mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai dampak kondisi kering yang masih berlangsung. Salah satunya adalah penurunan ketersediaan air bersih serta kekeringan pada lahan pertanian.

    Selain itu, kondisi kering juga dapat meningkatkan potensi munculnya titik panas atau hotspot yang berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diimbau menggunakan air bersih secara bijak, tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan, serta menjaga kondisi tubuh dari paparan debu dan suhu panas.

    Secara klimatologis, indeks NINO 3.4 pada sepekan ke depan berada pada nilai +2,51. Sementara kelembapan udara pada lapisan 850-700 milibar berada di kisaran 40-95 persen atau mengalami peningkatan dibandingkan pekan sebelumnya. Anomali suhu muka laut berada pada rentang -3 hingga +3,5 derajat Celsius, sedangkan labilitas atmosfer bervariasi dari ringan hingga sedang.

    Masyarakat dapat memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG, termasuk laman cuaca.bmkg.go.id, aplikasi Info BMKG, serta informasi Stasiun Klimatologi Jawa Barat.

  3. 3. Hampir 1 juta warga Jabar terdampak kekeringan

    Idntimes.com
    Ilustrasi kekeringan. (IDN Times/Aditya Pratama)

    Kondisi kering yang masih diprakirakan terjadi pada pekan depan berlangsung ketika dampak kekeringan di Jawa Barat masih cukup luas.

    Berdasarkan data BPBD Jawa Barat per 13 September 2026 sebanyak 943.492 jiwa atau 291.607 kepala keluarga terdampak kekeringan sepanjang 2026. Warga terdampak tersebar di 660 desa/kelurahan pada 246 kecamatan di berbagai kabupaten dan kota.

    Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, berbagai lembaga telah menyalurkan 25.002.900 liter air bersih ke wilayah terdampak hingga 13 September 2026. Distribusi tersebut melibatkan BPBD, PMI, PDAM, kepolisian, BBWS, Baznas, TNI, komunitas, dunia usaha, Kementerian Pekerjaan Umum, Tagana, hingga pemerintah daerah.

    Kabupaten Bekasi menjadi wilayah dengan distribusi air bersih terbanyak, yakni mencapai 9.881.700 liter. Berikutnya Kabupaten Bogor dengan 5.503.000 liter, Kabupaten Pangandaran 1.380.000 liter, Kabupaten Ciamis 1.283.000 liter, dan Kota Tasikmalaya sebanyak 1.033.000 liter.

    Sejauh ini Pemprov Jabar juga telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan di 27 kabupaten/kota mulai 1 Juli hingga 30 September 2026. Kebijakan tersebut menjadi dasar untuk mempercepat koordinasi, mobilisasi sumber daya, serta penanganan dampak kemarau.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More