Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
41 Orang di Jabar Meninggal Akibat DBD, Fasilitas Kesehatan Disiagakan
Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Bandung, IDN Times - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin menginstruksikan semua fasilitas kesehatan siaga untuk menangani kasus demam berdarah (DBD). Hal itu disebabkan karena kasus kematian akibat penyakit itu sudah mencapai 41 orang dalam Januari-Februari 2024.

"Sampai hari ini ada 5.653 kasus dengan 41 kasus meninggal dunia. Kami juga minta kepada seluruh rumah sakit agar siaga untuk antisipasi," ucap Bey di Kota Bandung, Sabtu (2/3/2024).

1. Pemprov Jabar akan lakukan langkah preventif

Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dengan tingginya kasus itu, Bey telah melakukan langkah pencegahan dengan meminta Dinas Kesehatan Jabar dan Puskesmas untuk terjun langsung melakukan edukasi kepada masyarakat agar terhindar dari DBD.

"Untuk langkah preventifnya Dinkes dan Puskesmas saya minta terus mengedukasi ke masyarakat. Layanan kesehatannya juga agar bersiap siaga," katanya.

2. Masyarakat diminta untuk tetap menjaga kebersihan

Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Selain itu, Bey mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan agar tidak tertular DBD dari nyamuk yang bersarang di tempat yang kotor. Menurutnya, upaya pencegahan yang paling efektif dengan menyadari kebersihan di lingkungan rumah.

"Tentunya kami terus ingatkan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan," ucap Bey.

3. Dinkes Jabar sebut angka kematian mencapai 36 orang

Dok. Istimewa/IDN Times

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat mencatat ada sebanyak 4.637 kasus DBD dan 36 orang di antaranya meninggal dunia sepanjang Januari-Februari 2024.

Kepala bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jabar, Rochady Hendra Setia Wibawa mengatakan, jumlah kasus kematian ini termasuk dari Kota Bogor.

"Jumlah kasus DBD 4.637 dengan jumlah kematian 36 orang, itu data dari 27 kabupaten dan kota di Jabar, dan termasuk empat kasus yang di Kota Bogor," ujar Rochady saat dikonfirmasi, Senin (26/2/2024).

Rochady sendiri tidak menjelaskan secara rinci data tersebut paling banyak dari kabupaten kota mana saja. Hanya saja, dia memastikan, dari ribuan kasus itu tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat.

"Sebaran kasusnya di kota-kota besar, dan itu pasti merata (setiap kecamatan)," ucapnya.

Editorial Team

Related Article