Inin Nastain IDN Times/ event Hajat Tani warga Desa Sukamulya
Meskipun belum ada informasi lebih lanjut terkait proyek tersebut, Nono menjelaskan, pemerintah desa (pemdes) setempat sudah mulai mempersiapkan diri. Saat ini, Pemdes Sukamulya telah membangun perkampungan baru, untuk mengakomodir warga yang terdampak.
"Sekarang tuh ada rencana, ya termasuk pemerintahan desa dan pemerintahan daerah akan (dilakukan) perpindahan atau geser. Jadi diakomodir langsung oleh desa. Masih tetap, tanah (desa) Sukamulya. Ya rencananya (dalam penlok) sih, itu Balai Desa juga terkena (proyek)," jelas dia.
"Yang bakal kena (proyek) itu, 400 hektar untuk (perluasan) BIJB, 100 hektar nya lagi (untuk) Aerocity," kata dia.
Nono menjelaskan, saat ini Pemdes sudah mulai membangun beberapa fasilitas umum (fasum) di lokasi baru itu. "Kami di sana sudah membangun pasar, sekolahan. Kalau untuk Fasum, itu dari tanah desa," kata dia.
Nono menjelaskan, saat ini pemerintah desa baru mampu mengakomodir untuk lokasi rumah saja. Adapun untuk lahan pertanian, diakuinya masih belum bisa dilakukan.
"Perpindahan secara mandiri. Urusan orang yang mungkin bisa terakomodir, namun untuk lahan pertanian kami kan nggak ada. Makanya masyarakat tani, sekarang itu menggarap di (lahan) kehutanan itu. Harus ke mana lagi kalau bukan di situ?"
"Desa sudah melobi di sana (lahan milik perhutani) bahwa ada dua ya. Satu LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan), satu lagi dengan SPM (Serikat Petani Majalengka). Kami sebagai pemerintahan desa mengakomodir secara mandiri," ujarnya.