Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
20 Titik di Kota Sukabumi Diterjang Banjir-Longsor
Bencana di Kota Sukabumi (IDN Times/Istimewa)
  • Hujan deras sejak Kamis sore hingga malam menyebabkan banjir limpasan dan tanah longsor di 20 titik lokasi Kota Sukabumi.
  • Wilayah Kecamatan Cibeureum terdampak paling parah, dengan saluran air tersumbat menyebabkan banjir di permukiman warga.
  • 31 rumah dan 33 KK terdampak, BPBD melakukan evakuasi material longsoran dan mengimbau warga tetap waspada terhadap cuaca ekstrem.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kota Sukabumi, IDN Times - Kota Sukabumi kembali dilanda bencana alam usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis (22/5/2025) sore hingga malam. Hujan yang berlangsung sejak pukul 15.00 hingga 22.00 WIB itu menyebabkan banjir limpasan dan tanah longsor di total 20 titik lokasi yang tersebar di seluruh penjuru kota.

"Intensitas hujan cukup tinggi dan terus berlangsung selama tujuh jam. Akibatnya, terjadi banjir limpasan di sejumlah titik dan tiga kejadian longsor," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat, kepada IDN Times, Jumat (23/5/2025).

1. Wilayah Cibeureum terdampak paling parah

Kondisi pasca-bencana di Kota Sukabumi (IDN Times/Istimewa)

Dari 20 titik terdampak, wilayah Kecamatan Cibeureum menjadi lokasi dengan dampak terparah. Banjir limpasan di sana terjadi akibat saluran air yang tersumbat oleh sampah, sehingga air meluap dan menggenangi permukiman warga.

Sementara itu, kejadian longsor terjadi di tiga lokasi, yakni Kampung Pangkalan, Subangjaya, dan Babakan Jampang. Di Kampung Pangkalan, satu unit rumah berada dalam posisi terancam dan telah dievakuasi. Di Subangjaya, tiga rumah juga terdampak dan segera mendapat penanganan.

2. 33 KK terdampak, tidak ada korban jiwa

Bencana longsor di Kota Sukabumi (IDN Times/Istimewa)

Berdasarkan data sementara BPBD, total ada 31 rumah dan 33 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir dan longsor. Meski tidak ada kerusakan struktural, sebagian besar rumah terendam lumpur dan air. Warga sempat mengungsi ke rumah tetangga selama proses pembersihan, namun kini sudah kembali.

"Tidak ada rumah rusak berat. Hanya lumpur dan air yang masuk. Proses evakuasi dan pembersihan dilakukan sejak dini hari," kata Novian.

3. Penanganan darurat: Logistik hingga pemasangan terpal

Pemasangan terpal di lokasi longsor Kota Sukabumi (IDN Times/Istimewa)

Untuk menangani dampak longsor, BPBD melakukan evakuasi material longsoran dan menutup area rawan dengan terpal agar tidak terjadi longsor susulan sebelum ada perbaikan permanen. Bantuan logistik dan peralatan kebersihan juga telah didistribusikan ke warga terdampak.

BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada, mengingat cuaca ekstrem masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga juga diminta aktif menjaga lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air.

"Waspada itu penting. Kami harap masyarakat bisa menjaga kebersihan lingkungan, terutama di daerah rawan banjir dan longsor. Kondisi bisa cepat berubah, jadi kesiapsiagaan adalah kunci," pungkas Novian.

Editorial Team

Related Article