Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
2 Hektare Lahan Hutan Jati Perhutani di Cirebon Kebakaran
Kebakaran melanda lahan hutan jati milik Perum Perhutani di Blok Pejagan Asem, Desa Palimanan Barat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Minggu (2/8/2026) petang.
  • Kebakaran melanda hutan jati Perhutani di Blok Pejagan Asem, Cirebon, Minggu petang, menghanguskan sekitar 20.000 meter persegi lahan tanpa korban jiwa maupun luka.

  • DPKP Cirebon dan warga memadamkan api dalam hampir satu jam, termasuk secara manual di titik sulit dijangkau. Sebanyak 74.000 meter persegi hutan, rumah warga, dan bekas pabrik terselamatkan.

  • Kebakaran diduga dipicu puntung rokok yang dibuang seseorang pencari rumput ke tumpukan daun kering, lalu api membesar akibat angin kencang. Kerugian masih didata.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Hutan jati di Cirebon terbakar pada sore hari. Api membakar tanah seluas 20.000 meter persegi. Petugas pemadam, warga, dan BPBD datang membantu. Mereka menyemprot air dan memukul api dengan dahan pohon. Api sudah padam. Tidak ada orang yang luka. Api diduga dari puntung rokok yang kena daun kering.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons cepat petugas Damkar Palimanan, dukungan warga, dan pemeriksaan menyeluruh setelah pemadaman menunjukkan penanganan yang sigap dalam situasi sulit. Meski api telah membesar, upaya gabungan tersebut berhasil membatasi kebakaran, menyelamatkan sebagian besar kawasan hutan, serta menjaga rumah warga dan bangunan di sekitar lokasi dari ancaman kobaran api.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cirebon, IDN Times - Kebakaran melanda lahan hutan jati milik Perum Perhutani di Blok Pejagan Asem, Desa Palimanan Barat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Minggu (2/8/2026) petang.

Api membakar sekitar 2 hektare lahan sebelum berhasil dipadamkan oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, luas lahan yang berhasil diselamatkan mencapai sekitar 74.000 meter persegi dari total kawasan sekitar 94.000 meter persegi. Adapun nilai kerugian akibat kebakaran masih dalam pendataan.

Kepala Bidang Kedaruratan, Penanganan dan Penyelamatan DPKP Kabupaten Cirebon, Eno Sudjana, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sektor Palimanan pada pukul 18.08 WIB dari seorang warga bernama Wiguna.

“Regu II Damkar Sektor Palimanan langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan. Fokus utama penanganan adalah memadamkan api sekaligus memutus rambatan agar tidak mendekati bangunan bekas pabrik dan rumah warga,” kata Eno, Senin (3/8/2026) pagi.

1. Api sudah membesar saat petugas tiba

Kebakaran melanda lahan hutan jati milik Perum Perhutani di Blok Pejagan Asem, Desa Palimanan Barat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Minggu (2/8/2026) petang.

Berdasarkan laporan DPKP, armada pemadam berangkat dari pos pada pukul 18.10 WIB dan tiba di lokasi 12 menit kemudian, tepatnya pukul 18.22 WIB.

Saat petugas tiba, kobaran api masih cukup besar dengan area terdampak yang sudah meluas.

Eno mengatakan, kondisi tersebut membuat petugas segera menggelar selang untuk melakukan penyemprotan di titik-titik utama sekaligus membuat sekat agar api tidak merambat ke kawasan yang berdekatan dengan permukiman dan bangunan eks pabrik.

"Proses pemadaman tidak sepenuhnya dapat mengandalkan armada pancar. Sebagian titik api berada di area yang tidak dapat dijangkau selang sehingga petugas harus melakukan pemadaman secara manual," ujar Eno.

2. Pemadaman dibantu warga

Pohon jati (unsplash.com/Alga Yoge Santosa)

Untuk menjangkau area yang sulit diakses, anggota Regu II Damkar Sektor Palimanan dibantu warga sekitar melakukan pemadaman menggunakan dahan pohon guna memukul kobaran api dan menghentikan penyebarannya.

Upaya tersebut berlangsung hampir satu jam. Petugas menyatakan api berhasil dipadamkan pada pukul 19.20 WIB, sedangkan seluruh penanganan dinyatakan selesai pada pukul 19.27 WIB setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh di lokasi.

Menurut Eno, pemeriksaan ulang dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Setelah api padam, personel bersama warga melakukan pengecekan ulang di seluruh area yang terbakar untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang masih aktif. Setelah dipastikan aman, personel kembali ke pos untuk siaga,” ujarnya.

Dalam operasi tersebut, DPKP Kabupaten Cirebon mengerahkan satu unit armada pancar dari Sektor Palimanan. Sementara itu, bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon tiba di lokasi pada pukul 19.21 WIB.

3. Diduga berawal dari puntung rokok

ilustrasi puntung rokok (pexels.com/stefan)

Berdasarkan keterangan warga di sekitar lokasi, api pertama kali terlihat sudah membesar dari kawasan di sisi selatan Jalan Raya Palimanan-Bandung sebelum akhirnya menjalar ke lahan hutan jati.

DPKP Kabupaten Cirebon menduga kebakaran dipicu kelalaian seseorang yang sedang mencari rumput di kawasan tersebut. Puntung rokok yang dibuang sembarangan diduga menyulut tumpukan daun kering, kemudian api dengan cepat membesar akibat embusan angin yang cukup kencang.

Material yang terbakar berupa tegakan pohon jati dengan luas sekitar 20.000 meter persegi.

Meski demikian, petugas berhasil mencegah api meluas ke sekitar 74.000 meter persegi area hutan lainnya serta menghindarkan kobaran api dari bangunan bekas pabrik dan rumah warga di sekitar lokasi.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama saat beraktivitas di kawasan hutan atau lahan kering yang mudah terbakar pada musim kemarau," tutupnya.

Editorial Team

Related Article