Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sepuluh Pasien H3N2 Ada di Jabar, IDI Minta Masyarakat Tidak Panik

Ilustrasi influenza
Ilustrasi influenza (dok. http://pixabay.com/qimono)
Intinya sih...
  • IDI Jabar menemukan 10 pasien positif terinfeksi super flu H3N2 subclade K setelah pemeriksaan whole genome sequencing.
  • Sebaran wilayah 10 kasus belum diketahui, namun penyakit ini masuk dalam kelompok influenza like illness (ILI) yang disebabkan oleh berbagai virus.
  • IDi Jabar meminta masyarakat tidak panik karena tingkat bahaya penyakit ini hampir sama dengan flu biasa, meski penularannya relatif lebih cepat.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Ikatan Dokter Indonesi (IDI) Jawa Barat menemukan sepuluh pasien yang positif terinfeksi super flu atau H3N2 subclade K setelah para pasien menjalani pemeriksaan whole genome sequencing. Data ini diketahui dari Kementrian Kesehatan.

"Kalau data yang saya dapatkan sih di Jawa Barat itu ada sepuluh pasien yang diperiksa dan ternyata positif dari pemeriksaan whole genome sequencing," kata Ketua IDI Jabar dr. Moh. Lutfhi, dikutip Kamis (3/1/2026).

1. Super flu tidak ada dalam dunia medis

ilustrasi influenza (pixabay.com/Mojpe)
ilustrasi influenza (pixabay.com/Mojpe)

Mengenai sebaran wilayah sepuluh kasus tersebut, Iutfhi mengatakan, belum memiliki data rinci karena kewenangan survei epidemiologi berada di dinas kesehatan dan Kementerian Kesehatan.

"Kami belum ada datanya ya, karena survei epidemiologi biasanya kan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Kesehatan," katanya.

Ia menjelaskan, istilah 'super flu' sejatinya tidak dikenal dalam dunia medis. Penyakit yang dimaksud masuk dalam kelompok besar influenza like illness (ILI), yakni penyakit dengan gejala menyerupai flu. Menurutnya, ILI ini dapat disebabkan oleh berbagai virus, tidak hanya virus influenza.

"Nah, ini bisa disebabkan oleh virus influenza sendiri atau virus lain ya, seperti rinovirus atau parainfluenza atau virus-virus yang lainnya," kata Lutfhi.

2. H3N2 masuk dalam golongan influenza

ilustrasi influenza C virus (wikimedia.org)
ilustrasi influenza C virus (wikimedia.org)

Lebih lanjut, Lutfhi menambahkan, untuk virus influenza, terdapat dua kelompok besar yang umum dikenal, yakni H1N1 dan H3N2. Di Indonesia, tipe H3N2 menjadi penyebab yang paling sering ditemukan.

"Jadi sebetulnya H3N2 ini kan umum ya sebagai penyebab influenza dan tipe yang baru ini yang subclade K ini memang mutasi dari H3N2 tapi juga tidak lebih ekstrem gitu ya perubahannya ya hampir sama dengan virus yang lain," tuturnya.

3. Masyarakat diminta tidak panik dan khawatir

ilustrasi influenza virus (flicker.com/NIAID)
ilustrasi influenza virus (flicker.com/NIAID)

IDI Jabar meminta masyarakat tidak perlu panik berlebihan. Dari sisi tingkat bahaya, penyakit ini dinilai hampir sama dengan flu biasa, meski penularannya relatif lebih cepat.

"Virus flu biasa saja sih sebetulnya. Tidak terlalu perlu dikhawatirkan seperti COVID gitu ya, berbeda sekali jenisnya, dan dari sisi apakah bahaya atau tidak hampir sama dengan virus-virus lainnya. Hanya memang lebih cepat menular," kata Lutfhi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Disparbud Jabar Pastikan Gunung Padang Bukan Sebuah Piramida

03 Jan 2026, 18:11 WIBNews