Comscore Tracker

Dipanggil Polda Jabar, 2 Perwakilan FPI Bukan Panitia di Megamendung

Kedua anggota FPI ini hanya datang sebagai guru dan peserta

Bandung, IDN Times - Wakil Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar menuturkan bahwa dua orang yang saat ini tengah diperiksa di Polda Jabar, yaitu Habib Muchsin dan Ustadz Asep sebenarnya bukan penyelenggara acara yang menimbulkan kerumunan di Megamendung, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu.

Ustadz Asep merupakan salah satu pengajar di kawasan tersebut. Dia datang hanya untuk melihat karena kebetulan tengah berada di waktu yang sama.

Sedangkan Habib Muchsin adalah tamu undangan yang diminta datang. Habib Muchsin datang ke Bogor dari Jakarta untuk melihat peletakan batu tersebut.

"Jadi memang tidak ada sangkut pautnya dengan acara tersebut. Yang satu hanya pengajar dan satu lagi peserta," ujar Aziz saat diwawacarari di Mapolda Jabar, Rabu (16/12/2020).

1. Tak ada persiapan khusus untuk pemeriksaan kali ini

Dipanggil Polda Jabar, 2 Perwakilan FPI Bukan Panitia di MegamendungRizieq Shihab (tengah) menyapa ribuan jamaah di jalur Puncak, Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020) (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

Menurutnya, untuk pemeriksaan saksi ini tidak ada persiapan khusus. Keduanya hanya akan menjawab apa yang mereka ketahaui sesuai dengan pertanyaan dari penyidik.

"Sesuai fakta saja. Yang tahu dijawab, yang tidak tahu tidak akan dijawab," paparnya.

Dia berharap pemeriksaan ini pun tidak bertele-tele dan bisa berlangsung dengan cepat.

2. Bupati Bogor Ade Yasin telah dimintai keterangan lebih awal

Dipanggil Polda Jabar, 2 Perwakilan FPI Bukan Panitia di MegamendungBupati Bogor Ade Yasin (Instagram.com/ademunawarohyasin)

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Jabar mencecar 50 pertanyaan pada Bupati Bogor Ade Yasin terkait kasus Kerumunan di Megamendung, Kabupaten Bogor.

Hal ini diungkapkan usai Ade Yasin pada awak media usai keluar dari Gedung Ditreskrimum Polda Jabar Selasa (15/12/2020) pukul 16:20 WIB. Ade mulai mendatangi Polda Jabar di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung pada pukul 10.00WIB.

Politisi PPP ini membenarkan bahwa pemanggilan dirinya oleh Polda Jabar terkait kerumunan oleh Rizieq Shihab di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah, Megamendung, Kabupaten Bogor pada beberapa waktu lalu.

"Alhamdulillah tadi saya dimintai keterangan sekitar jam 10:00 WIB dan baru selesai jam empat ini. Pemanggilan untuk kasus kerumunan Megamendung, ada 50 pertanyaan dan itu saya jawab semua," ujar Ade.

3. Acara Rizieq Shihab di Megamendung tidak berizin Pemkab Bogor

Dipanggil Polda Jabar, 2 Perwakilan FPI Bukan Panitia di MegamendungPemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab (tengah) berjalan menuju mobil tahanan usai diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (13/12/2020) dini hari. Rizieq Shihab ditahan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk kepentingan penyidikan perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 terkait kerumunan di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta pada 14 November lalu. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Ade mengaku, seluruh pertanyaan tim penyidik hanya berkaitan dengan kerumunan massa di kawasan Megamendung. Termasuk mengenai izin keramaian yang terjadi di wilayah tersebut.

"Memang saat itu tidak ada pemberitahuan (acara) dan kami tidak bisa berikan dan pemberitahuan atau apapun tidak ada dan kami hanya tahu kalau kepulangan (Rizieq Shihab) aja," katanya.

Topic:

  • Debbie sutrisno
  • Yogi Pasha

Berita Terkini Lainnya