Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ruang Kelas SD Rusak, Jabar Quick Response Bangun Tenda Darurat

Kota Bandung
Ruang Kelas SD Rusak, Jabar Quick Response Bangun Tenda Darurat
Kelas darurat JQR (Istimewa)
Share Article

Bandung, IDN Times - Jabar Quick Response (JQR) memberikan bantuan berupa tenda untuk dijadikan kelas darurat bagi siswa-siswi SDN Salenggang di Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jabar.

SDN Salenggang sendiri mengalami kerusakan di empat ruang kelas. Siswa-siswinya sebagian harus belajar di mushala dan rumah warga. Dari kondisi itu, JQR akhirnya memberikan bantuan tenda.

  1. 1. JQR juga berikan bantuan seragam

    Bantuan seragam dari JQR (Istimewa)
    Bantuan seragam dari JQR (Istimewa)

    Dony Yanwar yang mewakili Divisi Kelembagaan dan Kemitraan JQR mengatakan bahwa pada 9 Juni 2022 timnya telah mengirimkan tenda berukuran 12 X 6 meter yang bisa digunakan untuk menyediakan dua ruang kelas.

    "Selain memberikan bantuan tenda, tim JQR menyalurkan bantuan 54 setel seragam sekolah dari OneFineSky," kata Dony berdasarkan keterangan resminya, Sabtu (18/6/2022).

  2. 2. JQR berencana memberikan perahu kesehatan

    Siswa-siswi SDN Salenggang di Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jabar (Istimewa)
    Siswa-siswi SDN Salenggang di Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jabar (Istimewa)

    Doni berharap semua bantuan yang diberikan bisa dimanfaatkan dengan baik dan dapat membantu para siswa-siswi untuk tetap belajar dan mendapatkan hak yang sama seperti pelajar lainnya di Jabar.

    "Kami juga berencana memberikan bantuan perahu kesehatan untuk keperluan warga di sana," ungkapnya.

  3. 3. Kondisi kelas rusak sangat membahayakan siswa-siswi

    Ilustrasi Pelajar SD (IDN Times/Mardya Shakti)
    Ilustrasi Pelajar SD (IDN Times/Mardya Shakti)

    Sementara itu, seorang guru SD Negeri Salenggang, Dedeh, mengatakan bahwa atap empat ruang kelas di sekolahnya sudah rusak berat sehingga bisa membahayakan keselamatan siswa.

    "Pernah mengalami kejadian hampir tertimpa balok kayu dari atap pada 2017. Semenjak itu guru-guru mulai menonaktifkan kelas yang sudah rusak dan memindahkan pengajaran di mushala dan rumah warga hingga saat ini," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More