Ambisi Demul Bangunan SMK Semi-Militer Jika Jadi Gubernur Jabar

Bandung, IDN Times - Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut empat Dedi Mulyadi alias Demul berambisi membangun SMK negeri semi-militer jika nanti dirinya bersama Erwan Setiawan menang Pilgub 2024. Bahkan, politisi Partai Gerindra ini sudah menyusun beberapa konsep untuk rencana ini.
Demul menjelaskan, sekolah ini nantinya akan menampung beberapa siswa-siswi dan bukan wajib militer. Melainkan nantinya akan meniru beberapa sekolah semi-militer yang ada di Indonesia.
"Jadi gini bukan anak SMA wajib militer, tetapi SMK di Jawa Barat istimewa yang menampung 10 ribu siswa nanti anak-anaknya akan mendapat program pendidikan militer," ujar Demul di Bandung, Senin (18/11/2024).
1. Ingin punya seperti SMK Taruna Nusantara

Salah satu acuannya yaitu SMK Taruna Nusantara di Magelang. Demul mengungkapkan, kebutuhan untuk sekolah semi-militer ini penting ada di Jabar, oleh sebab itu jika dirinya terpilih akan membangun SMK Jabar Istimewa.
"Kami tidak bisa berharap hanya Taruna Nusantara, tapi nanti akan ada sekolah menengah kejuruan untuk anak-anak Jawa Barat dan bisa jadi mengembangkan sekolah yang ada. Jadi SMK yang ada diperluas nanti ditambah mess untuk mereka," katanya.
2. Demul akan perbanyak toilet di sekolah-sekolah

Selain sekolah semi-militer, Demul mengatakan akan memperbaiki fasilitas di sektor pendidikan. Ia mengaku miris melihat beberapa sekolah SMA/SMK yang ditemuinya di Jawa Barat masih belum layak dalam hal kebersihan, terutama toilet yang tak layak.
Ia berkomitmen akan mengatasi persoalan ini dan tidak akan memperbanyak gedung-gedung baru di sektor lainnya.
"Malu gedung pemerintah bintang lima, tapi SD belum ada toilet. Bagi saya APBD Rp30 triliun cukup," ucapnya.
3. Ada juga program laboratorium pranikah

Lebih jauh, beberapa program lain yang akan turut diaplikasikan jika dirinya terpilih yaitu laboratorium pengecekan kesehatan gratis bagi calon pasangan pengantin. Menurutnya, hal ini penting agar masyarakat dapat lebih peduli terhadap kesehatan.
"Ini problema bagi masyarakat Jawa Barat hari ini. bukan satu sampai dua orang saja, dan sering saya menemukan ketika menikah problem terhadap penyakit. Di negara lain sudah (diterapkan) itu. Nah nanti setiap yang menikah itu nanti kami siapkan mereka mendapat fasilitas lab," ucapnya.
Program ini, kata dia, akan diberikan secara gratis dan ada tenaga medis yang bisa menjelaskan secara detail penyakit yang diderita para calon pasutri.
"Kemudian labnya gratis, dan mereka bisa sebelum menikah di lab dulu, nanti dokternya menjelaskan bahwa anda ini penyakitnya ini, dan kalau dinikahkan nanti anaknya punya penyakit ini."
"Penting untuk menjaga kesehatan masyarakat Jawa barat, terutama dari berkembangnya penyakit menular dan saya sudah melakukan itu tetapi dengan harapan mereka kalau menikah harus menanam pohon," kata dia.



















