Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tips Menghadapi Godaan Belanja Online agar Tidak Kebobolan

ilustrasi belanja online (IDN Times/Arief Rahmat)
ilustrasi belanja online (IDN Times/Arief Rahmat)
Intinya sih...
  • Atur aturan belanja pribadi untuk keputusan rasional dan terencana.
  • Tunda pembelian selama 24 jam untuk memisahkan kebutuhan nyata dan keinginan impulsif.
  • Kelola notifikasi promo agar dorongan belanja berkurang dan fokus pada anggaran bulanan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Belanja online kini menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. Kemudahan akses, banyaknya promo, dan sistem pembayaran yang praktis membuat aktivitas ini semakin sulit dihindari.

Tanpa disadari, kebiasaan belanja online bisa membuat pengeluaran membengkak. Diskon besar dan notifikasi flash sale sering memicu pembelian impulsif yang berujung kebobolan.

Padahal, belanja online tidak selalu berdampak buruk jika dilakukan dengan bijak. Yang dibutuhkan adalah strategi agar pengeluaran tetap terkendali.

Berikut beberapa tips sederhana untuk menghadapi godaan belanja online tanpa harus mengorbankan kesehatan keuangan.

1. Buat aturan belanja yang jelas sejak awal

ilustrasi belanja online (IDN Times/Arief Rahmat)
ilustrasi belanja online (IDN Times/Arief Rahmat)

Langkah pertama adalah menetapkan aturan belanja pribadi. Tentukan jenis barang apa saja yang boleh dibeli secara online dan mana yang sebaiknya dihindari.

Aturan ini membantu kamu berpikir dua kali sebelum melakukan transaksi. Dengan batasan yang jelas, keputusan belanja menjadi lebih rasional dan terencana.

Konsistensi dalam mengikuti aturan ini akan membentuk kebiasaan belanja yang lebih sehat dalam jangka panjang.

2. Tunda pembelian untuk menghindari impulsif

ilustrasi belanja online (IDN Times/Arief Rahmat)
ilustrasi belanja online (IDN Times/Arief Rahmat)

Salah satu cara efektif menekan belanja impulsif adalah dengan menunda pembelian. Beri jeda waktu 24 jam sebelum checkout barang yang diinginkan.

Dalam banyak kasus, keinginan membeli akan berkurang setelah jeda tersebut. Kamu pun bisa menilai kembali apakah barang itu benar-benar dibutuhkan.

Menunda pembelian membantu kamu memisahkan antara kebutuhan nyata dan keinginan sesaat yang dipicu promo.

3. Kelola notifikasi dan godaan promo

Ilustrasi belanja online (IDN Times/Istimewa)
Ilustrasi belanja online (IDN Times/Istimewa)

Notifikasi promo yang terus muncul bisa menjadi pemicu utama belanja berlebihan. Flash sale, cashback, dan gratis ongkir sering membuat kita merasa harus membeli sekarang juga.

Mengatur atau mematikan notifikasi aplikasi belanja bisa mengurangi dorongan tersebut. Dengan paparan yang lebih sedikit, keinginan belanja pun lebih mudah dikendalikan.

Selain itu, fokuslah pada anggaran bulanan daripada potongan harga. Ingat bahwa diskon tetaplah pengeluaran jika barang tersebut tidak dibutuhkan.

Menghadapi godaan belanja online bukan berarti harus menutup diri sepenuhnya dari belanja digital. Dengan kontrol dan kesadaran yang baik, kamu tetap bisa berbelanja nyaman tanpa membuat keuangan jebol.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest Life Jawa Barat

See More

Strategi Cari Kerja agar Gak Stres meski Sering Ditolak

05 Jan 2026, 13:56 WIBLife