Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Perbedaan Hemat dan Pelit yang Sering Disalahpahami

ilustrasi belanja hemat (pexels.com/Helena Lopes)
ilustrasi belanja hemat (pexels.com/Helena Lopes)
Intinya sih...
  • Hemat berfokus pada prioritas dan perencanaanHemat berarti mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Sikap hemat biasanya disertai perencanaan yang jelas, membuat anggaran, menabung, hingga menyiapkan dana darurat.
  • Pelit cenderung menghindari pengeluaran apa punPelit lebih identik dengan keengganan mengeluarkan uang dalam situasi apa pun. Orang pelit biasanya fokus menahan uang tanpa mempertimbangkan dampak sosial atau emosional.
  • Kunci pembeda ada pada niat dan dampaknyaPerbedaan utama antara hemat dan pelit terletak pada niat di baliknya. Hemat bertujuan menjaga kestabilan keuangan, sementara pelit lebih
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Banyak orang masih sulit membedakan antara sikap hemat dan pelit. Keduanya sama-sama berkaitan dengan cara seseorang mengelola uang, tetapi maknanya sangat berbeda dalam praktik sehari-hari.

Kesalahpahaman ini sering memicu konflik kecil, baik dalam pertemanan, keluarga, maupun lingkungan kerja. Seseorang yang berusaha mengatur keuangan kerap dicap pelit, padahal niatnya hanya ingin lebih bijak.

Memahami perbedaan hemat dan pelit penting agar kita bisa bersikap adil, baik pada diri sendiri maupun orang lain. Terlebih, kondisi ekonomi yang tidak selalu stabil menuntut kemampuan mengelola uang dengan cermat. 

1. Hemat berfokus pada prioritas dan perencanaan

Ilustrasi menghemat (freepik.com)
Ilustrasi menghemat (freepik.com)

Hemat berarti mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Orang yang hemat akan mengalokasikan uangnya berdasarkan prioritas, bukan sekadar menuruti impuls sesaat.

Sikap hemat biasanya disertai perencanaan yang jelas. Mulai dari membuat anggaran, menabung, hingga menyiapkan dana darurat untuk kebutuhan tak terduga.

Dengan bersikap hemat, seseorang tetap bisa menikmati hidup tanpa merasa tertekan. Pengeluaran dilakukan dengan sadar dan penuh pertimbangan.

2. Pelit cenderung menghindari pengeluaran apa pun

Ilustrasi menghemat pengeluaran (pexels.com/Mikhail Nilov)
Ilustrasi menghemat pengeluaran (pexels.com/Mikhail Nilov)

Berbeda dengan hemat, pelit lebih identik dengan keengganan mengeluarkan uang dalam situasi apa pun. Bahkan untuk kebutuhan penting atau berbagi dengan orang lain, sikap ini sering muncul.

Orang pelit biasanya fokus menahan uang tanpa mempertimbangkan dampak sosial atau emosional. Akibatnya, hubungan dengan orang sekitar bisa menjadi renggang.

Dalam jangka panjang, sikap pelit justru dapat menimbulkan ketidaknyamanan, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

3. Kunci pembeda ada pada niat dan dampaknya

ilustrasi sedang berhemat (freepik.com/freepik)
ilustrasi sedang berhemat (freepik.com/freepik)

Perbedaan utama antara hemat dan pelit terletak pada niat di baliknya. Hemat bertujuan menjaga kestabilan keuangan, sementara pelit lebih didorong oleh rasa takut kehilangan uang.

Dari sisi dampak, sikap hemat cenderung membawa manfaat jangka panjang dan tetap mempertimbangkan orang lain. Sebaliknya, pelit sering menimbulkan kesan egois dan kurang empati.

Dengan memahami perbedaan ini, kita bisa belajar mengelola uang secara bijak tanpa kehilangan nilai kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest Life Jawa Barat

See More

Strategi Cari Kerja agar Gak Stres meski Sering Ditolak

05 Jan 2026, 13:56 WIBLife