Kesalahan Sepele di CV yang Sering Bikin Lamaran Langsung Gugur

- Kesalahan ejaan, tata bahasa, dan penulisan yang tidak konsisten sering dianggap remeh oleh pelamar, padahal bisa memberi kesan ceroboh.
- CV dengan tata letak berantakan, terlalu penuh teks, atau penggunaan font berlebihan membuat recruiter enggan membaca lebih jauh.
- Banyak pelamar memasukkan semua pengalaman tanpa memilah relevansinya dengan posisi yang dilamar, membuat CV menjadi panjang tapi tidak fokus.
Bandung, IDN Times - CV adalah gerbang pertama dalam proses melamar kerja. Dalam hitungan detik, recruiter bisa memutuskan apakah CV-mu layak dibaca lebih lanjut atau langsung dilewati.
Sayangnya, banyak pencari kerja belum menyadari bahwa kegagalan lolos seleksi awal sering kali bukan karena kurang kompeten, melainkan karena detail kecil yang terlewat.
Di tengah persaingan yang ketat, kesalahan sepele bisa menjadi pembeda antara dipanggil interview atau tenggelam di antara ratusan lamaran lain.
Agar usahamu tidak sia-sia, penting untuk mengenali kesalahan CV yang paling sering terjadi dan cara menghindarinya sejak awal.
1. Typo dan kesalahan bahasa yang dianggap sepele

Kesalahan ejaan, tata bahasa, atau penulisan yang tidak konsisten sering dianggap remeh oleh pelamar. Padahal, hal ini bisa memberi kesan ceroboh dan kurang teliti.
Recruiter kerap menilai CV sebagai cerminan cara kerja kandidat. Typo sederhana bisa memunculkan asumsi bahwa pelamar tidak serius atau terburu-buru saat melamar.
Melakukan pengecekan ulang sebelum mengirim CV adalah langkah kecil yang berdampak besar pada peluangmu.
2. Format CV berantakan dan sulit dibaca

CV dengan tata letak yang tidak rapi, terlalu penuh teks, atau penggunaan font berlebihan bisa membuat recruiter enggan membaca lebih jauh.
Informasi penting seharusnya mudah ditemukan dalam sekali pandang. Jika recruiter harus “berjuang” memahami CV-mu, kemungkinan besar mereka akan beralih ke kandidat lain.
Struktur yang sederhana dan konsisten justru membuat CV terlihat lebih profesional dan meyakinkan.
3. Informasi tidak relevan dan terlalu berlebihan

Banyak pelamar memasukkan semua pengalaman tanpa memilah relevansinya dengan posisi yang dilamar. Akibatnya, CV menjadi panjang tapi tidak fokus.
Recruiter lebih menghargai CV yang tepat sasaran dibanding daftar pengalaman yang tidak berkaitan. Informasi yang tidak relevan justru bisa mengaburkan keunggulanmu.
Menyesuaikan CV dengan lowongan menunjukkan bahwa kamu memahami kebutuhan posisi dan tidak asal melamar.
Kesalahan sepele di CV memang sering tidak disadari, tapi dampaknya bisa langsung menggugurkan peluang. Apakah kamu pernah mengalami lamaran gugur karena hal sepele? Lain kali tidak lagi, ya!


















