Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengunjungi Restoran Merambah Rasa, Catatan Perjalanan yang Jadi Menu

Mengunjungi Restoran Merambah Rasa, Catatan Perjalanan yang Jadi Menu
Mengunjungi Restoran Merambah Rasa, Catatan Perjalanan yang Jadi Menu (Instagram.com/@_design.period))
Intinya Sih
  • Merambah Rasa hadir di Bandung dengan konsep unik: menggabungkan kisah perjalanan kuliner Nusantara menjadi menu yang bisa dinikmati dalam satu tempat.
  • Tim restoran menjelajahi berbagai daerah seperti Jawa dan Lombok untuk mencicipi makanan lokal, lalu mengkreasikannya agar sesuai selera pasar tanpa kehilangan karakter aslinya.
  • Restoran ini menjaga harga tetap terjangkau dengan konsep sharing menu dan sistem central kitchen untuk mempercepat penyajian, menjadikannya ramah bagi wisatawan maupun warga lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Bandung dikenal sebagai salah satu kota dengan destinasi kuliner paling dinamis di Indonesia. Berbagai konsep restoran lahir di kota ini, mulai dari yang modern hingga yang mengangkat kembali kekayaan masakan Nusantara.

Di tengah ramainya lanskap kuliner tersebut, restoran Merambah Rasa mencoba menawarkan sesuatu yang sedikit berbeda. Restoran ini tidak hanya menghadirkan makanan khas Indonesia, tetapi juga meramu kisah perjalanan kuliner dari berbagai daerah menjadi menu yang bisa dinikmati di satu meja.

Konsep tersebut lahir dari proses eksplorasi yang cukup panjang. Tim Merambah Rasa melakukan perjalanan ke sejumlah daerah untuk mencicipi langsung makanan lokal sebelum kemudian mengolahnya kembali menjadi menu restoran.

Food and Beverage Manager Merambah Rasa, Satrio Hadi, mengatakan bahwa pengalaman perjalanan tersebut menjadi inti dari konsep restoran ini. “Konsepnya memang berangkat dari perjalanan. Kami datang ke suatu tempat, mencicipi, mencatat, lalu kita kreasikan kembali sesuai dengan selera market,” ujarnya saat ditemui di restoran Merambah Rasa, Jalan Rancakendal Luhur, Cibural, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (14/3/2026).


1. Berawal dari perjalanan mencicipi masakan Nusantara

Mengunjungi Restoran Merambah Rasa, Catatan Perjalanan yang Jadi Menu (Instagram.com/@_design.period))
Mengunjungi Restoran Merambah Rasa, Catatan Perjalanan yang Jadi Menu (Instagram.com/@_design.period))

Menurut Satrio, ide menghadirkan restoran dengan konsep Nusantara sebenarnya berangkat dari permintaan pasar. Setelah melakukan survei terhadap pelanggan, tim menemukan bahwa masakan Indonesia memiliki daya tarik kuat, terutama bagi wisatawan yang datang ke Bandung.

Bandung sendiri dikenal sebagai kota tujuan wisata kuliner. Karena itu, Merambah Rasa mencoba menjadi salah satu destinasi bagi pelancong yang ingin mencicipi ragam cita rasa Indonesia dalam satu tempat.

Perjalanan eksplorasi mereka dimulai dari wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Lombok di Nusa Tenggara Barat. Dari perjalanan tersebut, tim mencicipi langsung berbagai makanan lokal untuk memahami rasa aslinya.

Namun, menu yang hadir di restoran ini bukanlah salinan persis dari resep daerah asal. “Kami tidak copy-paste resepnya. Kami tahu rasa aslinya seperti apa, lalu kami kreasikan supaya tetap cocok dengan market Bandung dan Jakarta,” kata Satrio.

Proses tersebut membuat setiap menu memiliki cerita tersendiri. Mulai dari nasi goreng yang terinspirasi dari sate rembiga di Lombok, hingga berbagai olahan sayur dan lauk yang berasal dari temuan kuliner selama perjalanan.

“Jadi kami benar-benar menjelajah dulu, mencicipi, lalu membawa catatan-catatan perjalanan itu untuk kita olah menjadi menu,” ujar Satrio.

2. Beberapa menu lahir dari penemuan kuliner di berbagai daerah

Mengunjungi Restoran Merambah Rasa, Catatan Perjalanan yang Jadi Menu (Instagram.com/@merambah.rasa)
Mengunjungi Restoran Merambah Rasa, Catatan Perjalanan yang Jadi Menu (Instagram.com/@merambah.rasa)

Salah satu menu yang menjadi contoh dari proses eksplorasi tersebut adalah nasi goreng rembiga. Hidangan ini terinspirasi dari sate rembiga khas Lombok yang kemudian dikreasikan menjadi nasi goreng dengan karakter rempah yang kuat.

Selain itu, ada juga menu olahan petai yang dibuat dengan teknik khusus agar aromanya tidak terlalu dominan. Petai diolah hingga renyah, namun tetap mempertahankan karakter rasa aslinya.

Menu lain yang cukup menarik adalah ayam goreng Semarang. Berbeda dengan ayam goreng pada umumnya yang cenderung kering, ayam goreng ini tetap lembap dengan bumbu yang meresap kuat.

“Kalau ayam goreng biasanya dibuat kering, di sini kita buat tetap lembap tapi bumbunya tetap terasa kuat,” kata Satrio.

Untuk mendapatkan rasa yang sempurna, beberapa bahan bahkan didatangkan langsung dari daerah asalnya. Misalnya bumbu dasar untuk nasi goreng merah yang diambil dari Makassar, atau bahan tertentu dari Lombok yang digunakan untuk menjaga karakter rasa.

Pendekatan ini dilakukan agar rasa yang dihadirkan tetap memiliki jejak dari daerah asalnya, meskipun telah melalui proses penyesuaian untuk selera pengunjung restoran.

3. Menghadirkan restoran Nusantara yang ramah di kantong

Mengunjungi Restoran Merambah Rasa, Catatan Perjalanan yang Jadi Menu (Instagram.com/@merambah.rasa)
Mengunjungi Restoran Merambah Rasa, Catatan Perjalanan yang Jadi Menu (Instagram.com/@merambah.rasa)

Meski membawa konsep restoran dengan pengalaman kuliner Nusantara, Merambah Rasa tetap mencoba menjaga harga menu agar tetap terjangkau.

Menurut Satrio, strategi ini sengaja dipilih agar restoran bisa menjangkau berbagai segmen pelanggan, mulai dari wisatawan hingga warga lokal Bandung.

“Kami memang set harganya se-affordable mungkin supaya tetap ramah di kantong,” ujarnya.

Selain itu, banyak menu yang dirancang dalam porsi yang bisa dinikmati bersama. Konsep sharing menu ini membuat pengunjung dapat mencoba beberapa hidangan sekaligus dalam satu kali makan.

Di sisi operasional, restoran ini juga menerapkan sistem central kitchen untuk mengurangi waktu tunggu makanan. Dengan metode tersebut, beberapa proses memasak dilakukan lebih awal sehingga waktu penyajian bisa dipangkas.

“Kalau biasanya cooking time bisa sampai 25 menit, dengan sistem central kitchen kami bisa memangkasnya jadi sekitar 15 menit,” kata Satrio.

Ke depannya, perjalanan kuliner Merambah Rasa juga belum berhenti. Setelah menjelajahi sejumlah daerah di Jawa dan Lombok, tim berencana melanjutkan eksplorasi ke wilayah Indonesia timur hingga Sumatra untuk menemukan inspirasi menu berikutnya. 

Hmm, jadi menu apa yang bikin kamu penasaran untuk segera mengunjungi restoran ini?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest Food Jawa Barat

See More