Comscore Tracker

3 Pengusaha Sukses Asal Majalengka yang Mendunia

Kamu belum tahu kan siapa saja mereka?

Majalengka, IDN Times – Meskipun Majalengka merupakan kota kecil, namun banyak pengusaha sukses yang terlahir di kota Angin tersebut. Bahkan, kerajaan bisnisnya tidak hanya merambah regional namun juga internasional.

Sebenarnya selain ke tiga orang yang akan IDN Times bahas, masih banyak pengusaha sukses asal Majalengka yang belum terekspos. Siapa saja mereka?

1. William Soeryadjaya

3 Pengusaha Sukses Asal Majalengka yang Mendunialahanindustri.com

William Soerjadjaja (lahir di Majalengka, 23 Desember 1923 – meninggal di Jakarta, 2 April 2010 pada umur 86 tahun) adalah seorang pengusaha Indonesia yang menjadi terkenal karena suksesnya membangun PT Astra Internasional, sebuah perusahaan besar di Indonesia. William dikenal dengan sebuatan "Oom Willam".

William dilahirkan dengan nama Tjia Kian Liong, sebagai anak kedua dari enam bersaudara. Namun di antara saudara-saudaranya, ia adalah anak laki-laki yang pertama.

Kedua orangtuanya meninggal pada waktu ia berusia 12 tahun. Ayahnya meninggal dunia pada Oktober 1934, disusul oleh ibunya pada Desember 1934. William, dalam usia yang masih sangat muda, melanjutkan usaha ayahnya, berjualan hasil bumi. Ia tampaknya mewarisi bakat dagang ayahnya.

Sewaktu bersekolah di HCZS (Hollands Chinesche Zendingsschool) di Kadipaten, pada masa penjajahan Belanda, ia sempat tidak naik kelas. Namun karena ketekunannya, ia berhasil melanjutkan pendidikannya ke MULO di Cirebon. Namun kembali ia tinggal kelas. Dari pelajaran-pelajaran yang diberikan di sekolah, William paling menyukai pelajaran ekonomi dan tata buku. Dengan kedua pelajaran inilah ia membangun seluruh usahanya.

Pada tahun 1957, William bersama adiknya, Tjia Kian Tie, dan temannya, Lim Peng Hong, mendirikan PT Astra yang belakangan berkembang menjadi PT Astra Internasional. Astra awalnya memasarkan minuman ringan dan mengekspor hasil bumi. Usaha otomotif dimulai pada tahun 1968-69. Saat itu Astra mulai mengimpor truk Dalam waktu 13 tahun saja, sudah 72 perusahaan yang bernaung di bawah bendera grup itu.

Pada akhir tahun 1992, jumlah perusahaannya sudah mencapai sekitar 300 buah, bergerak di berbagai sektor: otomotif, keuangan, perbankan, perhotelan dan properti.

William selalu mengutamakan pengembangan kemampuan dan peningkatan pendidikan sumber daya manusia. Hal ini dijalankannya dalam berbagai program pelatihan dan beasiswa untuk karyawan. Pada tahun 1970-an, banyak karyawannya yang dikirimnya ke Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang untuk belajar.

William tidak membeda-bedakan karyawannya. Di Astra, banyak tenaga kerja pribumi yang dipekerjakannya, dari tingkat karyawan biasa hingga pimpinan. Ini merupakan wujud kecintaan dan kebanggaannya sebagai orang Indonesia.

William sangat mengutamakan nilai-nilai naluri, loyalitas, dan rasa percaya dalam merekrut karyawan.Karyawan dipacu untuk mengembangkan kreativitas mereka dengan menghargai inovasi bisnis mereka untuk diuji coba.

Pada 1992-1993 Astra sempat jatuh ketika bisnis Edward Soerjadjaja, anak sulungnya, ambruk. William pun terpaksa melepaskan banyak sahamnya di PT Astra sebagai bentuk tanggung jawab pribadinya dan pengorbanannya demi anaknya.William menjalani semuanya dengan pasrah dan penyerahan. Belakangan William berhasil bangkit lagi. Ia membeli 10 juta saham PT Mandiri Intifinance dan berinvestasi dalam pengembangan usaha petani kecil serta usaha-usaha kecil dan menengah.

Sebagai pengusaha sukses, William mendapatkan banyak penghargaan dan pengakuan dari dalam maupun luar negeri.

2. H. Irwan Suryanto

3 Pengusaha Sukses Asal Majalengka yang Menduniabangdito.com

Direktur PT Sinjaraga Santika Sport adalah pengusaha bola standar sertifikasi Badan Sepak Bola Dunia (FIFA). Produk PT Sinjaraga Santika Sport dikenal dengan Triple’S yang beralamat di Jl. Liangjulang No. 104 Kadipaten-Majalengka West Java - Indonesia 45452. 

Produk bola dari perusahaan ini telah mendapatkan pengakuan Internasional dengan memiliki ISO 9001–2000 / SNI 19-9001-2001, Sertifikat FIFA, FIBA dan sertifikat khusus untuk masyarakat Eropa dari negara Italia CE Mark No. 0376. Kualitas bola mengacu kepada standar FIFA yang telah diuji melalui riset dan pengembangan yang secara terus menerus.

Bola Majalengka perusahaan PT. Sinjaraga Santika Sport ini dikerjakan oleh 200 karyawan dan 2.500 penjahit lebih yang memberdayakan masyarakat sekitar untuk pengerjaannya, perusahaan bola majalengka ini dipimpin oleh Irwan Suryanto selaku Direktur Utama PT. Sinjaraga Santika Sport.

Perusahaan tersebut memproduksi beberapa jenis bola diantaranya bola Sepak, bola volly, bola futsal, dan bola basket. Dalam produksinya perusahaan bola Majalengka bisa memproduksi sekitar 80.000 - 100.000 perbulan tapi saat even-even tertentu misalnya piala dunia bola majalengka bisa memproduksi lebih dari 200.000 per bulan.

Nama Irwan kini tidak asing lagi di dunia usaha, khususnya dalam bisnis peralatan olahraga. Melalui bisnisnya, pria kelahiran Majalengka ini mengharumkan bola buatan Indonesia di kancah dunia, sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga Majalengka. Namun, di balik itu semua, ada perjuangan keras yang telah dilaluinya.

3. Theodore Permadi Rachmat

3 Pengusaha Sukses Asal Majalengka yang MenduniaKumparan.com

Siapa sangka ternyata Theodore Permadi Rachmat atau akrab disapa Teddy Rachmat yang merupakan salah satu pengusaha sukses Indonesia ini, lahir di Majalengka. Ia lahir di Kadipaten 15 Desember 1943, dua tahun sebelum Indonesia merdeka. Sebelum menjadi entrepreneur, dia dikenal sebagai pimpinan Grup Astra. Teddy memulai karier di perusahaan itu sebagai sales, tepatnya pada 1968.

Karier pria kelahiran Kadipaten itu bisa dibilang sangat cemerlang. Dengan tangan dinginnya, Teddy berhasil menjadikan Astra sebagai perusahaan konglomerasi yang bergerak di berbagai bidang usaha. Tercatat lebih dari 200 anak perusahaan Astra Grup.Karena prestasi tersebut Teddy Rachmat mampu mencapai posisi tertinggi di perusahaan tersebut yakni sebagai presiden direktur.

Setelah ia telah berada di kursi tertinggi Astra Grup, Tahun 2004 Teddy nekat resign dari Astra yang tlah dibangunnya dari nol. Sebagai seorang entrepreneur, ia berani mengambil resiko untuk kembali merangkak dari bawah merintis Triputra Grup.

Triputra Grup milik Teddy bergerak di bidang batubara, agroindustri, manufaktur, dan dealership motor. Pada 2015, majalah forbes merilis kekayaan Teddy Rachmat mencapai US$1,54 miliar atau setara Rp21 triliun. Namanya masuk dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia.

Mereka hanyalah tiga dari sekian banyak orang sukses yang lahir di tanah Majalengka. So, kamu selaku orang Majalengka jangan takut untuk menunjukan bahwa kamu itu hebat. Tanah lahirnya aja udah sama, jadi kapan mau nyusul masuk deretan orang terkaya yang dicatat Forbes?

Topic:

  • Yogi Pasha

Just For You