Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Waspada Krisis Sampah di Bandung, Pemkot Harus Olah 200 Ton Sehari

WhatsApp Image 2025-11-21 at 6.16.27 PM.jpeg
Penanganan tumpukan sampah di Kota Bandung, Dok. Humas Pemkot Bandung
Intinya sih...
  • Pemkot Bandung memilah 100 ton sampah untuk diolah kembali, terutama organik di pasar-pasar yang menyumbang banyak sampah.
  • TPS di 38 pasar di Kota Bandung harus menerima sampah dari masyarakat sekitar, dengan Gedebage bisa mengolah sampah hingga 25 ton per hari.
  • Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat belum melakukan pembatasan kuota pembuangan sampah ke TPA Sarimukti, hanya ada perbedaan sistem konversi ritase ke tonase.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Kota Bandung diprediksi akan mengalami krisis sampah seiring dengan meningkatkan volume sampah kiriman masyarakat. Di sisi lain ada persoalan tonase sampah yang bisa dibawa ke TPA Sarimukti terbatas.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menuturkan, ada sekitar 200 ton sampah yang kemungkinan tidak bisa diangkut ke Sarimukti. Solusi dari jumlah sampah tersebut saat ini tengah dicari.

"Krisis sampah tanggal 12 Januari 2026, kami sudah memastikan bahwa sampah kita ini sekarang kan ada risiko penumpukan 200-an ton per hari. Nah, sejauh ini 100 ton sudah kami tangani bekerja sama dengan beberapa pengolahan RDF di berbagai macam daerah di Jawa Barat ya. Di Bandung ada, di beberapa kabupaten lain juga ada. Kami pecah-pecah gitu, tapi total sekitar 100-an ton sudah bisa diolah," kata Farhan, Senin (12/1/2026).

1. Optimalkan pemilihan sampah

WhatsApp Image 2025-11-21 at 6.16.26 PM.jpeg
Penanganan tumpukan sampah di Kota Bandung, Dok. Humas Pemkot Bandung

Terkait 100 ton sampah sisanya Pemkot Bandung berupaya untuk memilahnya untuk kemudian bisa diolah kembali. Saat ini yang diutamakan pengolahan bisa dilakukan di pasar-pasar yang memang menyumbang banyak sampah khususnya organik.

"Ini penanganan dan update setiap setiap hari akan dilakukan. Juga kami lagi mengatur negosiasi antara Dinas Lingkungan Hidup dengan Perumda Pasar," kata dia.

Menurutnya, beberapa titik di Perumda Pasar akan dibangun tempat pengelolaan sampah. Yang jadi soal lain adalah ketika ada tempat pengelolaan sampah di sana, maka DLH Bandung harus membayar uang sewa sesuai ketentuan.

2. TPS di Pasar harus terima sampah milik warga

IMG-20251114-WA0047.jpg
Pembersihan tumpukan sampah di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Jika tempat pengelolaan sampah tersebut bisa beroperasi maka mereka harus mau menerima sampah dari masyarakat sekitar. Hal ini yang juga sedang diperhitungkan karena jangan sampai justru ada kesulitan mengolah sampah ketika didapat dari masyarakat.

"Nah, ini yang mesti kami hitung ulang nih, sedemikian rupa, sehingga semua pihak mendapatkan manfaat tanpa melanggar peraturan," katanya.

Saat ini ada 38 pasar di Kota Bandung yang beroperasi dan belum banyak yang memiliki tempat pengolahan sampah. Satu yang cukup besar ada di Gedebage yang bisa mengolah sampah mencapai 25 ton dalam sehari.

3. Aturan di Sarumukti masih sama

WhatsApp Image 2025-11-16 at 11.04.14 AM (1).jpeg
Penumpukan sampah di TPS Kota Bandung, Minggu (16/11/2025). IDN Times/Debbie Sutrisno

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat memastikan belum melakukan pembatasan kuota pembuangan sampah dari wilayah Bandung Raya ke Zona Lima Perluasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.

Kepastian tersebut disampaikan untuk meluruskan pernyataan dari Pemerintah Kota Bandung, yang mengutarakan adanya pengurangan jumlah kuota pembuangan sampah ke TPA Sarimukti dari 1.200 ton perhari menjadi 980 ton per hari.

Hanya saja, ada perbedaan sistem yang dilakukan oleh DLH Jabar dalam proses pengangkutan sampah ke Zona Lima Perluasan TPA Sarimukti, yakni dengan menggunakan sistem tonase.

"Itu bukan penurunan kuota, tapi perbedaan asumsi konversi dari ritase ke tonase," ujar Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST DLH Provinsi Jawa Barat, Arief Perdana dikutip, Sabtu (10/1/2025).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Bukan karena Persib di Puncak! Ini Penjelasan BMKG kenapa Bandung Dingin

12 Jan 2026, 19:48 WIBNews