Ilustrasi investasi dan pertumbuhan nilai aset. (Sumber: Pixabay)
Gagasan menjadikan Bandung sebagai pusat finansial juga dibarengi dengan upaya Pemkot Bandung menarik investasi masuk ke berbagai sektor.
Farhan mengatakan pemerintah kota membuka peluang investasi seluas-luasnya, terlebih dengan semakin terkoneksinya Bandung dan berkembangnya sejumlah sektor strategis.
“Pada kesempatan sekarang kita membuka pintu seluas-luasnya bagi para investor untuk masuk Kota Bandung. Berbagai macam peluang itu besar sekali,” kata Farhan.
Sektor pariwisata dan perdagangan disebut masih menjadi peluang investasi yang besar. Kembali beroperasinya penerbangan komersial di Bandara Husein Sastranegara, penataan pasar tradisional hingga pengembangan sektor pariwisata menjadi bagian dari peluang yang ditawarkan kepada investor.
Pemkot Bandung menargetkan realisasi investasi mencapai Rp11 triliun sepanjang 2026. Farhan optimistis target tersebut dapat tercapai setelah realisasi investasi hingga semester pertama telah melewati Rp6 triliun.
“Target sebetulnya Rp11 triliun, tapi insyaallah bisa tercapai karena di semester satu saja sudah tercapai lebih dari Rp6 triliun,” ujarnya.
Selain sektor ekonomi, Bandung juga ingin memanfaatkan kekuatan sebagai kota pendidikan. Banyaknya perguruan tinggi berkualitas dinilai dapat menjadi daya tarik untuk mendatangkan talenta dari berbagai daerah.
“Dengan jumlah perguruan tinggi berkualitas yang banyak di Kota Bandung kami ingin mengundang talenta-talenta terbaik di luar Kota Bandung untuk berkuliah di Kota Bandung,” kata Farhan.