Bandung, IDN Times - Pandemik COVID-19 yang melanda Indonesia, khususnya di Kota Bandung sejak setahun lalu, membuat pemerintah daerah memutar otak dalam mengelola anggaran. Sejumlah program pembangunan daerah terpaksa terhenti akibat adanya recofusing anggaran.
Wali Kota Bandung Oded M Danial mengakui, recofusing Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selama pandemik COVID-19 bikin pusing. Menurut dia, dari recofusing itu banyak progam-program prioritas Pemkot Bandung yang akhirnya tertunda karena adanya pengalihan anggaran tersebut.
Menurut Oded, sejak 2020 hingga 2021, Pemkot Bandung telah melakukan recofusing anggaran lebih dari Rp400 miliar. Sementara, pendapatan anggaran daerah (PAD) yang diperoleh menurun lebih dari Rp800 miliar.
"Recofusing bikin pusing," kata Oded sambil tertawa dalam program Salam Ramadan Cerita Indonesia bersama IDN Times, Selasa (27/4/2021).
