Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tetap Mudik, Pendatang di Pangandaran Diisolasi di Gedung Sekolah

Tetap Mudik, Pendatang di Pangandaran Diisolasi di Gedung Sekolah
IDN Times / Nana Suryana
Share Article

Pangandaran, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Pangandaran tidak ingin kecolongan virus corona atau COVID-19 menyebar di wilayahnya. Sebanyak 39 pemudik yang datang pada Kamis(30/4) di Kabupaten Pangandaran, langsung diisolasi di bangunan sekolah di desa masing-masing. 

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, pemerintah daerah terpaksa mengambil kebijakan tersebut lantaran kedatangan pemudik sulit dikendalikan. "Mulai hari ini kita tempatkan isolasi mandiri khusus yang dijaga petugas karena sebelumnya pemudik ini tidak terpantau. Mereka isolasi mandiri di rumah tapi masih banyak yang berkeliaran, bukan hanya membahayakan keluarga tapi juga orang lain," ungkapnya.

Menurut Jeje, sudah lebih dari 10.000 pemudik yang pulang ke Pangandaran. Ia berharap kebijakan tersebut akan menekan jumlah pemudik. 

2. Pemerintah memberikan subsidi kebutuhan selama isolasi

IDN Times / Nana Suryana
IDN Times / Nana Suryana

Kebutuhan utama seperti tempat tidur dan makan akan disubsidi oleh pemerintah daerah. Indeknya sekitar Rp. 14 juta untuk setiap desa. "Sekitar Rp. 20 ribu per hari untuk makan diberikan langsung kepada keluarganya, mereka nanti yang mengantarkan ke tempat isolasi," ujar Jeje.

Dikatakannya, selama menjalani isolasi, pemudik dalam pemantauan petugas yang akan melakukan pengecekan kesehatan secara berkala.

2. Pemudik bisa ajukan isolasi di rumah dengan syarat

IDN Times / Nama Suryana
IDN Times / Nama Suryana

Bupati memberikan kebijakan kepada para pemudik dapat menjalani isolasi mandiri di rumah. Asalkan memiliki rumah yang kosong dan tidak dihuni anggota keluarga lainnya.

"Tadi ada kasus rumah neneknya bisa digunakan untuk isolasi mandiri, jadi di rumah bisa tinggal sendiri tidak serumah dengan keluarganya, itu boleh silahkan saja," ujar Jeje.

Ia berharap para pemudik dapat menjalani isolasi mandiri dengan disiplin untuk kebaikan bersama. "Mudah-mudahan isolasi mandiri ini efektif untuk penyebaran virus COVID-19. Karena kita tahu beberapa warga yang positif itu terpaoar karena berinteraksi dengan warga lainnya dari zona merah seperti kasus yang di Ciamis, dijenguk oleh anaknya," kata Jeje.

3. Petugas sempat mengejar pemudik yang menerebos

Ilustrasi pemudik yang melakukan isolasi (IDN Times/Nana Suryana)
Ilustrasi pemudik yang melakukan isolasi (IDN Times/Nana Suryana)

Seorang pemudik sempat mencoba kabur setelah mengelabui petugas akan kembali lagi ke daerahnya, namun berhasil diamankan. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 00.00 dini hari di pos perbatasan.

"Ya bilangnya mau pulang lagi tapi ternyata dia berputar lewat jalan lain, namun berhasil dikejar petugas, sekarang sudah diisolasi," tutur Kapolsek Padaherang AKP Edih Permana kepada IDN Times.

Dikatakannya, penjagaan di pos-pos perbatasan harus dijaga ketat agar tidak ada warga dari luar daerah yang mencoba mengelabui petugas.

4. Mudik karena sudah tidak bekerja

IDN Times / Nana Suryana
IDN Times / Nana Suryana

Sebagian besar pemudik mengaku terpaksa kembali ke kampung halamannya karena sudah tidak bekerja. Perusahaan tempat mereka bekerja tidak lagi beroperasi sementara waktu. Seperti dialami Lia(20), warga Desa Karangsari Kecamatan Padaherang. 

Ia pun siap menjalani aturan dari pemerintah daerah untuk menjalani isolasi mandiri. Namun demikian,dirnya  berharap bisa menjalani isolasi mandiri di rumah. "Tentu disini gak nyaman tapi mau gimana lagi, kalau dibolehkan isolasinya di rumah saja," ungkapnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Nana Suryana
EditorNana Suryana

Latest News Jawa Barat

See More

Telkom Dorong Kurangi Sampah Plastik Lewat Water Refill Station

10 Jun 2026, 20:32 WIBNews