Bandung, IDN Times - Yusuf masih ingat betul kejadian tak terduga yang menimpa dia dan keluarga awal Oktober silam. Saat itu, mereka hendak berlibur dari Bekasi menuju Bandung. Berangkat sedari pagi, Yusuf dan keluarga telah membuat rencana tempat apa saja yang hendak datangi nanti di Kota Kembang.
Menggunakan kendaraan pribadi, Yusuf tancap gas melalui jalan tol. Perjalanan terasa normal hingga ketika melintasi kawasan Tol Cipularang mobilnya mulai terasa tidak enak dipakai. Berbeda dari jalan layang MBZ yang lurus dan panjang, Tol Cipularang lebih berkelok dan naik turun, membuat mesin mobilnya harus bekerja lebih ekstra.
Sebelum bepergian, Yusuf sudah sempat membawa kendaraannya ke bengkel langganan karena ada masalah pada transmisi. Setelah memastikan kondisinya aman untuk dibawa bepergian cukup jauh, dia memberanikan diri membawa keluarga menuju Bandung sesuai rencana awal.
"Memang dari awal di bagian transmisi itu ada masalah. Tapi sudah sempat diperbaiki juga sebelumnya waktu di Bekasi," ujar Yusuf saat berbincang dengan IDN Times, Minggu (25/10/2026).
Rasa tidak nyaman pada mobilnya membuat Yusuf memilih untuk memarkirkan kendaraan di pintu keluar Tol Pasteur. Di tengah kalut melihat mobilnya di pinggir jalan, dia coba menghubungi Garda Siaga melalui aplikasi Garda Oto yang ada di ponselnya. Tak berselang lama, ponsel Yusuf berdering. Di seberang sana ada Dafi, seorang petugas Garda Oto yang siap memberikan pertolongan.
Dafi lantas menanyakan kondisi kendaraannya dan lokasi di mana Yusuf bisa dijemput. Karena jarak kendaraan Yusuf dan tempat mobil derek tidak begitu jauh, Dafi pun bisa sampai hanya dalam 25 menit saja. Setelah makan siang, kendaraan itu langsung dibawa mobil derek hingga menuju rumahnya di Bekasi.
Pengalaman mogok di perjalanan itu kemudian membuat Yusuf semakin memahami pentingnya memiliki perlindungan kendaraan, terutama ketika mobil digunakan untuk bepergian bersama keluarga. Menurutnya, risiko di jalan tidak selalu bisa diprediksi. Kendaraan bisa saja mengalami kerusakan, tersenggol kendaraan lain, hingga terlibat kecelakaan.
"Kalau menurut saya asuransi kendaraan itu penting. Kita, terutama yang di kota Jakarta, enggak tahu risiko yang terjadi di jalan itu apa," ujar Yusuf.
