Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ratusan Warga Ikut Donor Darah untuk Penuhi Stok PMI Bandung
Ratusan Warga Ikut Donor Darah untuk Penuhi Stok PMI Bandung. IDN Times/Istimewa
  • Sebanyak 410 warga Bandung ikut donor darah yang digelar Bank Mandiri Region VI sebagai bagian aksi serentak di 12 wilayah untuk bantu penuhi stok darah PMI.
  • Bank Mandiri berencana mengadakan donor darah rutin tiap bulan hingga HUT ke-28 pada Oktober 2026 guna memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat.
  • PMI Bandung meresmikan sistem GLP dan Whole Blood Automation System pertama di Indonesia untuk efisiensi pengolahan darah serta peningkatan kualitas dan keamanan layanan donor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Sebanyak 410 orang mengikuti kegiatan donor darah yang digelar Bank Mandiri Region VI Jawa Barat di Kota Bandung. Kegiatan ini menjadi bagian dari aksi donor darah serentak yang dilakukan perusahaan di 12 wilayah operasional di Indonesia.

Regional CEO Bank Mandiri Region VI Jawa Barat, Adityo Wicaksono mengatakan, kegiatan donor darah dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah sekaligus mendorong kepedulian sosial masyarakat. Secara nasional, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 4.850 pendonor yang berasal dari pegawai perusahaan hingga masyarakat umum.

“Selain membantu memenuhi kebutuhan darah, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial,” ujar Adityo melalui keterangan resmi, Rabu (3/6/2026).

1. Donor darah digelar serentak di 12 wilayah

ilustrasi tips atasi phobia jarum demi donor darah (pexels.com/Puwadon Sang-ngern)

Kegiatan donor darah ini merupakan rangkaian program sosial menjelang Hari Ulang Tahun ke-28 Bank Mandiri yang jatuh pada Oktober 2026 mendatang.

Pelaksanaan donor darah dilakukan serentak di 12 region operasional Bank Mandiri di berbagai daerah di Indonesia. Di Bandung, peserta donor tidak hanya berasal dari pegawai perusahaan, tetapi juga masyarakat umum.

Dalam pelaksanaannya, Bank Mandiri bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk proses pengambilan darah dan pemeriksaan kesehatan peserta.

Sebelum mendonorkan darah, setiap peserta terlebih dahulu menjalani registrasi dan pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medis. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi tubuh pendonor dalam keadaan sehat dan memenuhi syarat untuk melakukan donor darah.

Selain itu, peserta juga menjalani verifikasi identitas sebelum proses donor dilakukan. Menurut Adityo, kegiatan donor darah menjadi salah satu bentuk keterlibatan perusahaan dalam mendukung sektor kesehatan melalui program sosial yang rutin dilakukan.

2. Donor akan digelar rutin tiap bulan

Daffa Wardhana donor darah di bulan Ramadan 2026 (instagram.com/daffawardhana)

Bank Mandiri berencana menggelar kegiatan donor darah secara berkala setiap tanggal 2 hingga perayaan HUT perusahaan pada Oktober mendatang. Perusahaan berharap kegiatan tersebut dapat membantu pemenuhan kebutuhan darah sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial.

“Bank Mandiri akan terus memperkuat peran sebagai agen pembangunan yang hadir tidak hanya melalui layanan keuangan, tetapi juga lewat berbagai inisiatif sosial,” kata Adityo.

3. Optimalkan alat baru untuk operasional

Aksi Donor Darah (Dok. AHM)

Saat ini PMI Bandung memiliki Good Laboratory Practice (GLP) dan Whole Blood Automation System (WBA) di Laboratorium Uji Saring dan Produksi UDD/UPD. Kehadiran sistem GLP dan WBA menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya fasilitas canggih ini tersedia di Indonesia. Ia menilai, keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara PMI Kota Bandung, PMI Jawa Barat, PMI Pusat, serta dukungan pihak swasta.

Keunggulan utama sistem ini terletak pada otomatisasi proses pengolahan darah yang jauh lebih efisien. Dengan teknologi tersebut, darah donor dapat diolah menjadi berbagai komponen seperti Packed Red Cells (PRC), plasma, trombosit, dan leukosit dengan waktu yang lebih cepat.

Selain itu, sistem pencatatan yang telah terdigitalisasi mengurangi risiko kesalahan manual, termasuk potensi tertukarnya data atau sampel darah.

Ketua PMI Kota Bandung, Ade Koesjanto menuturkan, pelayanan darah merupakan bagian dari upaya kemanusiaan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

“PMI bertugas menyediakan darah yang aman, berkualitas, dan sehat. Peresmian GLP dan Whole Blood Automation System ini merupakan komitmen kami untuk terus meningkatkan pelayanan,” jelasnya.

Menurut Ade, penerapan sistem GLP ini merupakan implementasi teknologi terdepan yang diharapkan dapat menjadi standar baru bagi unit donor darah di Indonesia.

Editorial Team

Related Article