[Ilustrasi] Geng motor yang ditangkap polisi. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Di tengah penyelidikan, polisi juga menelusuri informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan keterlibatan kelompok geng motor dalam kasus tersebut. Pendalaman dilakukan karena unggahan tersebut telah ramai diperbincangkan publik.
Hendra mengatakan dalam unggahan yang beredar tampak sekelompok pengendara motor dengan wajah yang terlihat cukup jelas. Meski demikian, polisi belum dapat menyimpulkan keterlibatan pihak tertentu.
"Ada beberapa postingan di media sosial yang mengaitkan ada beberapa kelompok ya, kelompok dari pengemudi sepeda motor ya, kelompok-kelompok ini ya geng-geng motor lah bahasanya. Dan sudah cukup viral, ya," katanya.
Menurut Hendra, penyidik tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga ditemukan bukti permulaan yang cukup.
"Kami masih mengedepankan asas praduga tidak bersalah dulu ya, sebelum bukti permulaannya cukup kuat ini untuk memasukkan yang bersangkutan sebagai tersangka atau tidak," ucapnya.
Ia menambahkan seluruh informasi yang mengaitkan kasus tersebut dengan geng motor masih terus didalami penyidik.
"Apabila ada informasi yang terkait dengan karena menegur dari kelompok geng motor ini, masih kita dalami, ya. Masih kita selidiki," ungkap Hendra.