Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan di Pasar Caringin Bandung
Ilustrasi Pembacokan. (IDN Times/Mardya Shakti)
  • Polrestabes Bandung mengamankan sejumlah terduga pelaku pengeroyokan di Pasar Caringin yang menewaskan dua orang; pemeriksaan masih berlangsung dan polisi membuka kemungkinan pelaku lain.
  • Insiden terjadi 24 Oktober 2026 di Ruko Blok B-2 Pasar Caringin, diduga dipicu kesalahpahaman pekerja pasar. Sekitar 30 orang bersenjata tajam diduga menyerang tiga korban.
  • Pemkot Bandung akan berkoordinasi dengan polisi dan meminta penjelasan pengelola Pasar Caringin untuk memperketat keamanan kawasan, sementara penanganan hukum diserahkan kepada kepolisian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Pasar Caringin Bandung, ada perkelahian antarkelompok pekerja. Banyak orang menyerang tiga orang dengan benda tajam. FR dan T meninggal. AS terluka. Polisi sudah menangkap beberapa orang dan sedang memeriksa mereka. Polisi juga masih mencari mungkin ada orang lain. Wali Kota Bandung minta keamanan pasar dibuat lebih kuat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons cepat kepolisian yang telah mengamankan sejumlah terduga pelaku dan memeriksa peran mereka menunjukkan proses penegakan hukum sedang berjalan. Di saat yang sama, perhatian Pemkot Bandung terhadap penguatan keamanan serta rencana koordinasi dengan polisi dan pengelola pasar membuka ruang evaluasi bersama atas perlindungan di kawasan Pasar Caringin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung telah mengamankan sejumlah terduga pelaku dalam insiden penganiayaan yang terjadi di kawasan Pasar Induk Caringin, Kota Bandung akhir pekan kemarin. Akibat kejadian tersebut dua orang meninggal dunia.

"Sudah ada beberapa yang diamankan kemarin," kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton, Selasa (27/10/2026).

Para terduga pelaku saat ini tengah dalam pemeriksaan kepolisian guna mengetahui rangkaian perisitiwa dan peran dari para pelaku yang diamankan tersebut.

"Sedang dilakukan pemeriksaan untuk memastikan peran mereka dalam kejadian tersebut," ujarnya.

1. Kemungkinan ada pelaku lain

Ilustrasi pembacokan (IDN Times/Mia Amalia)

Saat ini, Anton belum bisa menjelaskan detail berapa orang yang diamankan kemarin karena masih pendalaman. Polisi pun membuka kemungkinan pelaku lain yang ikut serta melakukan pengeroyokan tersebut.

"Pendalaman dulu sekarang," kata dia.

Seperti diketahui, insiden pengeroyokan ini terjadi di area Ruko Blok B-2, denkat salah satu bank di kawasan Pasar Induk caringin, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 17.50 WIB.

Ketiga korban diduga diserang sekelompok orang bersenjata tajam yang diperkirakan berjumlah 30 orang. Perselisihan ini diduga dipicu kesalahpahaman antar kelompok pekerja di lingkungan pasar antara kuli panggul dan juru parkir.

Keterlibatan korban FR sendiri disebut saat dirinya tengah bekerja melihat seorang temannya dibawa oleh pihak yang berselisih. FR bersama rekannya kemudian mengikuti kelompok tersebut untuk mengecek kondisi temannya

Namun kelompok penyerang mengamuk dan mengeroyok para korban menggunakan senjata tajam. FR Tewas di TKP, sedangkan T mengalami luka parah di kepala dan AS mengalami luka sabetan senjata tajam pada siku dan jari.

2. Ayah korban sesalkan kejadian ini

Korban pengeroyokan di Pasar Caringin, Kota Bandung. Dok Istimewa

Nandang Juhari (46), ayah FR (22), korban pengeroyokan di kawasan Pasar Caringin, Kota Bandung, masih terpukul atas kematian anak keduanya. Ia tak menyangka anak yang dibesarkan dan dijaganya sejak kecil justru meninggal dunia akibat peristiwa berdarah pada Sabtu (24/10/2026) malam.

Nandang menceritakan, FR saat itu sedang bekerja di Pasar Caringin. Ia mendapat kabar adanya keributan setelah pulang kerja dan langsung bergegas menuju lokasi kejadian. Namun, setibanya di sana, FR sudah tidak ditemukan.

"Anak saya mengikuti bersama teman-temannya. Saya mendapat kabar sepulang kerja, lalu ke (pasar) Caringin karena ada pesan pak perang jadi. Saya ke TKP, dan di TKP itu sudah enggak ada anak saya, yang ada hanya darah," kata Nandang saat ditemui di rumah duka, Gang Porib V, Minggu (25/10/2026).

Nandang mengaku sangat terpukul atas kepergian FR. Ia merasa kehilangan anak yang selama ini dijaga sejak kecil hingga dewasa.

"Sumpah demi Allah, saya enggak rido," ucapnya.

Menurut Nandang, FR mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian jantung. Sementara itu, korban lainnya berinisial T (38) mengalami luka di kepala dan sempat dalam kondisi kritis sebelum akhirnya meninggal dunia.

3. Pemkot minta keamanan di sekitar pasar diperketat

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. IDN Times/Debbie Sutrisno

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta penguatan keamanan di Pasar Caringin, Kota Bandung, menyusul bentrokan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia. Pemkot Bandung akan berkoordinasi dengan kepolisian dan meminta keterangan dari pengelola pasar terkait sistem keamanan di kawasan tersebut.

Farhan pun menyayangkan bentrokan yang terjadi di pasar yang dikelola pihak swasta itu. Menurutnya, peristiwa tersebut seharusnya tidak terjadi dan penanganannya kini diserahkan kepada kepolisian.

"Kejadian yang sangat memprihatinkan. Bentrokan ini tidak seharusnya terjadi, tapi saat ini kami betul-betul menyerahkan kembali semua penanganan ini kepada kepolisian," ujar Farhan, Minggu (25/10/2026).

Farhan mengatakan, Pemkot Bandung akan meminta keterangan dari pihak pengelola Pasar Caringin, terutama mengenai keamanan di dalam kawasan pasar. Menurutnya, meskipun keamanan wilayah menjadi tanggung jawab pemerintah, pengelola juga perlu memberikan perhatian terhadap situasi di area pasar yang dikelolanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article