Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Musda Selesai, Tidak Ada Lagi Kubu di Golkar Jabar
IDN Times/doc.Golkar Jabar
  • Daniel Mutaqien resmi terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Barat, menandai berakhirnya dinamika Musda dan penyatuan kembali seluruh kubu di internal partai.
  • Ahmad Hidayat memilih langkah kompromi politik dengan tidak melanjutkan pencalonan dan berpotensi menjadi sekretaris DPD untuk menjaga soliditas serta mengakomodasi pendukungnya.
  • Kedekatan Ahmad Hidayat dengan mantan Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi, dinilai memperkuat komunikasi politik antara partai dan pemerintah daerah melalui posisi sekretaris yang berbasis di Bandung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Musda

Dalam Musda Partai Golkar Jawa Barat, Ahmad Hidayat memilih tidak melanjutkan pencalonan sebagai bentuk kompromi politik internal untuk menjaga soliditas partai.

8 April 2026

Asep Suparman menyatakan bahwa kubu pendukung Ahmad Hidayat akan tetap terakomodasi dalam struktur kepengurusan DPD Golkar Jabar dan menegaskan tidak ada lagi kubu-kubu setelah Musda.

kini

DPD Partai Golkar Jawa Barat telah memiliki ketua baru, Daniel Mutaqien, dan dinamika pasca-Musda dinyatakan berakhir dengan komitmen persatuan internal partai.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Jawa Barat telah selesai dengan terpilihnya Daniel Mutaqien sebagai Ketua DPD Golkar Jabar dan berakhirnya perbedaan kubu di internal partai.
  • Who?
    Daniel Mutaqien terpilih sebagai ketua baru, sementara Ahmad Hidayat memilih kompromi politik dan berpotensi menjadi sekretaris DPD Golkar Jabar. Pernyataan disampaikan oleh Asep Suparman, anggota DPD Golkar Jabar.
  • Where?
    Kegiatan Musda dan pembahasan struktur kepengurusan berlangsung di Bandung, Jawa Barat.
  • When?
    Pernyataan mengenai hasil Musda dan dinamika internal disampaikan pada Rabu malam, 8 April 2026.
  • Why?
    Kompromi dilakukan untuk menjaga soliditas partai, menghindari gesekan antar kubu, serta mengakomodasi pendukung Ahmad Hidayat dalam kepengurusan baru.
  • How?
    Ahmad Hidayat tidak melanjutkan pencalonan dalam Musda sebagai bentuk kesepakatan politik. Daniel Mutaqien menegaskan komitmen menyatukan seluruh kader tanpa lagi membedakan kubu pasca-Musda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Sekarang Partai Golkar di Jawa Barat punya ketua baru namanya Pak Daniel. Dulu sempat ada dua kelompok, tapi sekarang sudah damai. Pak Ahmad yang tadinya mau jadi calon juga setuju kerja sama dan mungkin jadi sekretaris. Semua orang di partai katanya mau kompak lagi dan tidak berkelahi supaya bisa kerja bareng dengan baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Musda Partai Golkar Jawa Barat berakhir dengan semangat rekonsiliasi yang kuat, ditandai oleh langkah kompromi Ahmad Hidayat dan komitmen Ketua terpilih Daniel Mutaqien untuk menghapus sekat antar kubu. Integrasi seluruh pendukung ke dalam struktur kepengurusan mencerminkan kedewasaan politik, sementara kedekatan dengan pemerintah daerah membuka peluang komunikasi yang lebih harmonis bagi partai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - DPD Partai Golkar Jawa Barat kini sudah memiliki ketua baru yaitu anggota DPR RI, Daniel Mutaqien. Dinamika yang sebelumnya sempat terjadi selama Musda dipastikan telah berakhir, gerbong pendukung Ahmad Hidayat pun akan masuk dalam struktur kepengurusan.

Hal ini dibenarkan oleh Anggota DPD Partai Golkar Jawa Barat, Asep Suparman. Dia mengatakan, kubu pendukung Ahmad Hidayat pada Musda lalu akan tetap terakomodasi dalam struktur kepengurusan, jika Ahmad ditetapkan sebagai sekretaris DPD Golkar Jabar.

Langkah Ahmad Hidayat yang tidak melanjutkan pencalonan dalam Musda merupakan bagian dari kompromi politik internal, dengan komitmen menjaga soliditas partai sekaligus mengakomodasi para pendukungnya.

"Pak Ahmad punya komitmen bukan hanya menyelamatkan diri, tapi juga memastikan gerbong pendukungnya, baik DPD maupun ormas, ikut terbawa dalam kepengurusan," ujar Asep, Rabu (8/4/2026) malam.

1. Ahmad Hidayat memilih jalan kompromi

IDN Times/doc.Golkar Jabar

Komitmen itu kata Asep, berkaitan dengan rencana penempatan Ahmad Hidayat sebagai sekretaris DPD Golkar Jabar, yang disebut menjadi perhatian langsung dari DPP Partai Golkar.

Dalam dinamika Musda, kata dia, proses yang terjadi bukan sekadar mundurnya kandidat, melainkan bentuk kompromi untuk meredam potensi konflik internal.

"Bukan mundur dalam arti kalah, tapi ada kesepakatan agar tidak ada lagi gesekan di internal partai," katanya.

2. Sudah tidak ada lagi kubu

Kantor DPD Golkar Jabar (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Lebih lanjut, Asep menambahkan, Ketua DPD Golkar Jabar terpilih, Daniel Mutaqien, juga telah menyampaikan komitmen untuk menghapus sekat antar kubu pasca-Musda.

"Sudah tidak ada lagi kubu-kubuan. Dalam tradisi Golkar, selesai pertandingan ya selesai, semua kembali bersatu," ucapnya.

Dia juga menilai, kedekatan Ahmad Hidayat dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, justru dapat menjadi nilai tambah bagi partai, terutama dalam membangun komunikasi politik dengan pemerintah daerah.

3. Golkar ikut pemenang Dedi Mulyadi

Kantor DPD Golkar Jabar (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Menurut Asep, hubungan tersebut memiliki latar belakang historis, mengingat Dedi Mulyadi pernah menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Jabar dan berperan dalam perjalanan politik Ahmad Hidayat.

"Kedekatan itu wajar secara emosional. Bahkan saat Pilgub, Golkar juga ikut dalam koalisi pemenangan," katanya.

Dengan posisi sekretaris yang berbasis di daerah, kata Asep, komunikasi antara partai dan pemerintah provinsi dinilai bisa lebih intens dibanding sebelumnya.

"Kalau sekretarisnya di Bandung, komunikasi bisa lebih sering, lebih cair. Itu justru menguntungkan bagi partai," ucapnya.

Meski demikian, Asep mengaku belum mengetahui secara pasti hasil akhir rapat formatur yang telah dilakukan untuk menyusun struktur kepengurusan DPD Golkar Jabar periode mendatang.

Editorial Team