Bandung, IDN Times - Perubahan mulai terlihat dalam ekosistem perdagangan digital. Sejumlah pelaku usaha kini tidak lagi mengandalkan marketplace sebagai satu-satunya saluran penjualan dan mulai mencari alternatif yang dinilai lebih fleksibel untuk mengembangkan bisnis.
Peralihan ini terjadi di tengah meningkatnya berbagai biaya operasional di platform digital, mulai dari komisi, biaya promosi, hingga ongkos logistik. Di sisi lain, persaingan harga yang semakin ketat membuat banyak pelaku usaha harus mencari cara baru untuk menjaga margin keuntungan.
Kondisi tersebut muncul seiring industri e-commerce yang mulai memasuki fase baru dengan fokus pada profitabilitas setelah bertahun-tahun bertumbuh melalui strategi ekspansi agresif. Situasi ini mendorong pelaku usaha melakukan penyesuaian strategi agar bisnis tetap berkelanjutan.
Selain marketplace, sejumlah kanal seperti social commerce, WhatsApp, dan website pribadi mulai menjadi pilihan karena dianggap mampu memberikan kendali yang lebih besar terhadap operasional maupun hubungan dengan pelanggan.
