Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Memaknai Kemerdekaan dari Usaha Kecil yang Menghidupkan Keluarga
Ilustrasi Upacara Bendera. (IDN Times/Anjani Asra)
  • PNM menempatkan usaha ultra mikro perempuan sebagai sumber penghasilan keluarga prasejahtera, membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga dan pendidikan anak.
  • Pendampingan PNM tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi juga pengetahuan, keterampilan, jejaring, pemasaran, kualitas produk, teknologi, dan akses pasar.
  • PNM menerjemahkan semangat kemerdekaan melalui pemberdayaan agar usaha dan keluarga makin mandiri, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi lingkungan sekitar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times – Makna kemerdekaan tidak hanya tercermin melalui perayaan dan upacara, tetapi juga dari kesempatan masyarakat untuk memperbaiki kehidupan. Bagi keluarga prasejahtera, kesempatan tersebut dapat tumbuh dari usaha sederhana yang menjadi sumber penghasilan sehari-hari.

Hal itu menjadi salah satu perhatian PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pendampingan diarahkan terutama kepada perempuan pelaku usaha ultra mikro agar mampu mengembangkan usaha sekaligus memperkuat kondisi keluarganya.

Upaya tersebut sejalan dengan tema kemerdekaan tahun ini, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Makna tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemajuan negara, tetapi juga bagaimana semakin banyak masyarakat memperoleh ruang untuk tumbuh dan merasakan manfaat pembangunan.

Wakil Direktur Utama PNM, Sunar Basuki, menilai perjuangan mengisi kemerdekaan dapat dimulai dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk memastikan keluarga prasejahtera memiliki kesempatan mengembangkan potensi ekonomi.

1. Usaha kecil menjadi bagian dari penguatan keluarga

Memaknai Kemerdekaan dari Usaha Kecil yang Menghidupkan Keluarga (Dok. PNM)

Menurut Sunar, aktivitas ekonomi yang dijalankan perempuan pengusaha ultra mikro memiliki peran penting dalam kehidupan keluarga. Mulai dari warung, usaha makanan, perdagangan kebutuhan sehari-hari, hingga usaha rumahan dapat menjadi sumber pendapatan untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

“Banyak ibu yang mungkin tidak berbicara tentang ekonomi nasional. Tetapi dari usaha kecil yang mereka jalankan, ekonomi Indonesia sebenarnya bergerak. Dari tangan mereka, anak-anak bisa sekolah. Dari penghasilan mereka, kebutuhan keluarga terpenuhi. Dari keberanian mereka untuk terus mencoba, sebuah masa depan sedang dibangun,” kata Sunar, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Senin (17/8/2026).

Pendapatan dari usaha tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, membiayai pendidikan anak, sekaligus memberikan ruang bagi keluarga untuk memiliki kehidupan yang lebih baik. Karena itu, pemberdayaan dinilai tidak hanya berdampak pada pelaku usaha, tetapi juga anggota keluarga yang berada di sekitarnya.

2. Pemberdayaan tidak berhenti pada akses pembiayaan

ilustrasi pembiayaan (pexels.com/@pixabay)

PNM memandang pembiayaan sebagai pintu masuk untuk memberikan dukungan yang lebih luas. Nasabah juga didorong memperoleh pengetahuan, keterampilan, jejaring, hingga kesempatan meningkatkan kapasitas agar usaha dapat berkembang secara bertahap.

Tantangan pelaku usaha ultra mikro tidak selalu berkaitan dengan modal. Pengelolaan usaha, pemasaran, peningkatan kualitas produk, pemanfaatan teknologi, serta akses pasar juga menjadi aspek yang perlu diperkuat melalui pendampingan.

“Memberdayakan masyarakat berarti hadir bukan hanya ketika mereka membutuhkan pembiayaan. Kita harus hadir untuk memahami kebutuhannya, mendampingi prosesnya, dan membantu mereka melihat peluang yang mungkin belum terlihat,” ujar Sunar.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat usaha nasabah tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi baru. Pertumbuhan usaha secara bertahap dapat membuka ruang bagi penguatan ekonomi keluarga dan lingkungan sekitar.

3. Semangat kemerdekaan diterjemahkan lewat kesempatan tumbuh

Memaknai Kemerdekaan dari Usaha Kecil yang Menghidupkan Keluarga (Dok. PNM)

Bagi PNM, pemberdayaan menjadi salah satu cara menerjemahkan semangat kemerdekaan ke dalam pekerjaan sehari-hari. Nilai kerja keras, integritas, gotong royong, dan keberpihakan kepada masyarakat menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat pembangunan.

Sunar mengatakan, keberhasilan pemberdayaan tidak hanya dapat dilihat dari perkembangan usaha, tetapi juga dari perubahan yang terjadi dalam kehidupan keluarga. Kesempatan untuk tumbuh menjadi bagian penting dari upaya membangun masyarakat yang semakin mandiri.

“Setiap usaha yang tumbuh adalah harapan yang ikut tumbuh. Setiap keluarga yang semakin berdaya adalah bagian dari Indonesia yang semakin kuat. Semoga semangat kemerdekaan terus mengingatkan kita bahwa tugas kita adalah memastikan semakin banyak masyarakat memiliki kesempatan untuk tumbuh dan maju bersama Indonesia,” kata Sunar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article