Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, hanya dua daerah yang berada di zona hijau penyebaran epidemi demam berdarah dengue (DBD). Kedua daerah tersebut yaitu Kota Cirebon dan juga Pangandaran.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Berli Hamdani Gelung Sakti, zona hijau adalah zona yang jumlah kasus DBD-nya rendah atau kurang dari 50. "Hingga jelang pertengahan Maret ini, kasus di Pangandaran terdapat 16 kasus sedangkan di Kota Cirebon sebanyak sepuluh kasus," ujar Berli.
Saat ini, kata dia, terdapat sembilan daerah yang terletak di zona merah dengan jumlah kasus tinggi atau di atas 150 kasus, ditambah dengan adanya kematian. Kesembilan daerah tersebut yaitu Kabupaten Bogor dengan jumlah kasus tertinggi yaitu 443 kasus dengan dua kematian. Sementara di Ciamis terdapat 381 kasus dengan kasus kematian tertinggi yaitu sebanyak 3 kasus.
"Lainnya yang ada di zona merah ini Kota Bogor, Depok, Kabupaten Sukabumi, Kota Bandung, Kabupaten Cirebon, dan Kota Tasikmalaya, " katanya.
Sisanya, kata Berli, 16 daerah merupakan daerah dengan kasus yang jumlahnya di atas 50 kasus. Kebanyakan kasus terjadi di daerah padat penduduk. Adapun jumlah kasus hingga saat ini mencapai 4.600 kasus.