Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ketua Dewan Kopri Jabar Ungkap Lima Isu Strategis Reformasi Birokrasi
(Istimewa)
  • Dedi Taufik resmi mengukuhkan Dewan Pengurus Korpri Kota Bekasi masa bakti 2026 dan menyoroti lima isu strategis untuk memperkuat peran ASN dalam reformasi birokrasi.
  • Lima isu tersebut meliputi adaptasi teknologi, peningkatan pelayanan publik, penguatan integritas, kesejahteraan ASN, serta sinergi mendukung visi pembangunan daerah berbasis digital dan transparansi.
  • Dedi juga menekankan tantangan khas Bekasi seperti kepadatan penduduk, banjir, kemacetan, serta pentingnya profesionalisme ASN guna mewujudkan layanan publik yang inklusif dan berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2023

Indeks Profesionalitas ASN Kota Bekasi tercatat sebesar 85,35 dengan kategori tinggi. Dedi Taufik mendorong peningkatan skor agar mencapai kategori sangat baik.

2024

Kota Bekasi meraih Universal Health Coverage (UHC) sebesar 99,62 persen. Kepuasan warga di bidang pendidikan dan sosial berada pada kisaran 75–76 persen.

2025

Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kota Bekasi mencatat skor 3,96 dengan predikat 'Sangat Baik'.

2 Maret 2026

Dedi Taufik mengukuhkan Dewan Pengurus Korpri Kota Bekasi masa bakti 2026 di Plaza Pemerintah Kota Bekasi dan memaparkan lima isu strategis reformasi birokrasi.

kini

Korpri Kota Bekasi dihadapkan pada tantangan transformasi digital dan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap profesionalisme ASN.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Ketua Dewan Pengurus Korpri Jawa Barat mengukuhkan pengurus Korpri Kota Bekasi masa bakti 2026 serta memaparkan lima isu strategis untuk memperkuat peran ASN dalam reformasi birokrasi.
  • Who?
    Dedi Taufik, Ketua Dewan Pengurus Korpri Provinsi Jawa Barat, bersama jajaran pengurus baru Korpri Kota Bekasi dan aparatur sipil negara setempat.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat.
  • When?
    Acara dilaksanakan pada Senin, 2 Maret 2026.
  • Why?
    Kegiatan ini bertujuan memperkuat profesionalisme ASN dan meningkatkan efektivitas reformasi birokrasi melalui adaptasi digital, pelayanan publik berkualitas, serta sinergi pembangunan daerah.
  • How?
    Dedi Taufik menyampaikan arahan dan pesan kepada pengurus baru agar menjalankan kepemimpinan inovatif, menegakkan integritas, serta mendorong penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik secara transparan dan inklusif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Ketua Dewan Pengurus Korpri Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, secara resmi mengukuhkan Dewan Pengurus Korpri Kota Bekasi masa bakti 2026 di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin (2/3/2026). Ada lima isu strategis yang disampaikan dalam memperkuat peran ASN sebagai motor penggerak reformasi birokrasi.

Dedi menyampaikan bahwa Korpri Kota Bekasi kini dihadapkan pada tantangan besar, mulai dari transformasi digital hingga ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi. Adapun lima isu strategis ini yaitu adaptasi teknologi informasi, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan integritas dan netralitas, kesejahteraan ASN, serta sinergi dalam mendukung visi pembangunan daerah.

"Korpri harus menjadi garda terdepan dalam membangun budaya kerja yang berorientasi pada kepuasan masyarakat. ASN dituntut semakin profesional, adaptif, dan responsif terhadap perubahan melalui sistem pemerintahan berbasis elektronik yang transparan," ujar Dedi Taufik.

1. Digitalisasi tidak berhenti pada aplikasi aaja

Ilustrasi ASN (Diskominfo Depok/Ilustrasi)

Selain tantangan nasional, Dedi juga menyoroti persoalan khas Kota Bekasi sebagai kota penyangga ibu kota dengan tingkat kepadatan penduduk mencapai 12.113 jiwa per kilometer persegi. Tekanan ruang hidup yang besar ini berdampak pada masalah lingkungan, terutama penanganan banjir dan pengelolaan drainase yang memerlukan perencanaan berbasis data.

Sektor ekonomi juga menjadi perhatian, di mana pertumbuhan ekonomi Bekasi yang tetap positif di atas 5 persen menuntut ASN untuk lebih andal dalam perencanaan transportasi dan rekayasa lalu lintas guna menekan kemacetan. Dedi mengapresiasi capaian Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kota Bekasi tahun 2025 yang meraih skor 3,96 dengan predikat "Sangat Baik".

"Digitalisasi tidak boleh berhenti pada aplikasi saja, tetapi harus berdampak nyata. Korpri diharapkan mampu mendorong ASN mengoperasikan sistem perizinan dan layanan sosial secara efektif dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.

2. Indeks profesionalitas ASN Kota Bekasi tinggi

Ilustrasi ASN. (IDN Times/Aditya Pratama)

Di sektor layanan dasar, Dedi memaparkan capaian positif Bekasi yang telah meraih Universal Health Coverage (UHC) sebesar 99,62 persen pada 2024. Meski kepuasan warga di bidang pendidikan dan sosial berada di angka 75-76 persen, ia mengingatkan masih adanya tantangan besar pada efektivitas layanan kesehatan preventif dan integrasi pelayanan bagi kelompok rentan.

Data menunjukkan Indeks Profesionalitas ASN Kota Bekasi tahun 2023 berada di angka 85,35 atau kategori tinggi. Namun, Dedi mendorong agar angka tersebut terus ditingkatkan hingga mencapai kategori sangat baik atau di atas skor 90 melalui kedisiplinan dan kepekaan sosial yang lebih tajam.

3. Kopri Kota Bekasi harus lebih profesional

Ilustrasi ASN (pexels.com/Dennis Yefta Patriawan)

Kepada pengurus yang baru dilantik, Dedi berpesan agar menjalankan amanah dengan kepemimpinan yang bijaksana dan inovatif. Korpri diharapkan menjadi wadah pemersatu yang solid sekaligus mitra strategis Pemerintah Kota Bekasi dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

"Mari kita jadikan Korpri Kota Bekasi sebagai penguat profesionalisme yang relevan dengan tantangan zaman, demi meningkatkan pengabdian kita kepada bangsa dan negara," kata Dedi Taufik menutup sambutannya.

Editorial Team