Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kesehatan Satwa Bandung Zoo Terus Dipantau Jelang Pengumuman Lelang
Hewan di kawasan Bandung Zoo, dok.istimewa
  • Tim veteriner dari Vantara bersama DKPP Kota Bandung dan lembaga terkait melakukan kolaborasi teknis untuk memperkuat kesehatan serta kesejahteraan satwa di Bandung Zoo menjelang pengumuman lelang pengelolaan.
  • Vantara memberikan dukungan berupa vitamin dan obat-obatan, sekaligus berbagi pengalaman internasional dalam penerapan standar animal welfare guna memastikan penanganan medis satwa berjalan optimal dan terkoordinasi.
  • Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan proses lelang pengelolaan Bandung Zoo masih berlangsung, dengan keputusan final akan dibahas bersama Pemprov Jabar dan kementerian terkait sebelum tenggat 6 Mei.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Penguatan kesehatan dan kesejahteraan satwa di Bandung Zoo terus dilakukan melalui kolaborasi lintas pihak. Dalam kunjungannya hari ini (29/4/2026), tim veteriner dari Vantara berpartisipasi dalam diskusi teknis bersama tim dokter hewan gabungan yang terdiri dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, RSH Cikole, BBKSDA Provinsi Jawa Barat termasuk tim dokter hewan yang saat ini bertugas di Bandung Zoo.

Diskusi ini bertujuan untuk memperkaya referensi dan pendekatan penanganan kesehatan satwa melalui pertukaran pengetahuan serta pengalaman antarpraktisi, sehingga langkah-langkah yang diambil tetap mengacu pada pertimbangan medis yang komprehensif dan praktik terbaik dalam animal welfare.

Pemerintah Kota Bandung melalui DKPP telah memastikan bahwa kondisi satwa yang ditangani berada dalam keadaan terkendali dan terus dipantau secara intensif oleh tim dokter hewan yang berwenang.

Kepala DKPP Kota Bandung Gin Gin Ginanjar menegaskan bahwa penanganan kesehatan satwa dilakukan secara terkoordinasi dan berbasis pada hasil pemeriksaan medis. Penanganan satwa dilakukan oleh tim dokter hewan secara terkoordinasi dan terus dipantau perkembangannya. Secara umum kondisi satwa dalam keadaan terkendali dan seluruh langkah penanganan dilakukan berdasarkan pertimbangan medis yang komprehensif.

"Ke depan, dukungan kolaborasi dari berbagai pihak yang memiliki komitmen terhadap kesehatan dan kesejahteraan satwa tentunya masih sangat kami perlukan," kata dia melalui siaran pers diterima IDN Times.

1. Standar penanganan binatang harus sama

Hewan di kawasan Bandung Zoo, dok.istimewa

Keterlibatan tim Vantara dalam kegiatan ini bersifat kolaboratif, dengan memberikan dukungan teknis dan berbagi pengalaman internasional dalam pengelolaan kesehatan satwa. Pendekatan ini sejalan dengan berbagai kerja sama yang telah dilakukan Vantara bersama pemerintah Indonesia, termasuk dengan Kementerian Kehutanan dalam penanganan kesehatan satwa liar dan penguatan fasilitas konservasi.

Tim veteriner Vantara, drh. Shafira Permata, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi elemen penting dalam memastikan kualitas penanganan kesehatan satwa.

“Kami percaya bahwa kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk otoritas lokal dan para praktisi veteriner, merupakan kunci dalam memastikan setiap penanganan satwa dilakukan secara tepat dan berbasis pada standar animal welfare yang baik. Kehadiran kami di sini adalah untuk berbagi pengalaman dan mendukung proses yang sudah berjalan,” ujar Shafira.

2. Ketersediaan medis satwa pun dilakukan

Koordinasi lintas sektor dalam penanganan kesehatan hewan di Bandung Zoo, dok.istimewa

Selain berpartisipasi dalam diskusi teknis, dalam kunjungan ini Vantara juga menyerahkan dukungan tambahan berupa vitamin dan obat-obatan untuk membantu menjaga ketersediaan kebutuhan medis satwa di Bandung Zoo.

Secara keseluruhan, proses pemantauan dan penanganan kesehatan satwa di Bandung Zoo terus berjalan secara terkoordinasi oleh tim dokter hewan yang berwenang, dengan dukungan berbagai pihak untuk memastikan kesejahteraan satwa tetap menjadi prioritas utama.

Vantara sendiri merupakan inisiatif global berbasis di Jamnagar, Gujarat, India, yang berfokus pada konservasi satwa liar, perawatan kesehatan dan rehabilitasi dengan dukungan fasilitas modern serta tim multidisiplin.

Di Indonesia, Vantara telah bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan dalam penanganan kesehatan satwa liar, termasuk upaya pencegahan Elephant Endotheliotropic Herpes Virus (EEHV) pada gajah Sumatera, serta mendukung penguatan fasilitas konservasi seperti rencana revitalisasi rumah sakit gajah di Sumatera.

3. Pihak yang akan mengelola Bandung Zoo belum final

Kunjungan masyarakat ke Bandung Zoo saat libur Nataru. IDN Times/Debbie Sutrisno

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, peminat yang mengikuti lelang pengelolaan memang sudah banyak, tapi dia masih menunggu laporan secara terperinci.

Informasi mengenai nama pengelola yang sudah ada pun dibantah Farhan. "Karena laporan belum final, saya akan menghadap ke gubernur segera dengan kondisi yang ada," kata dia, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, dalam menentukan siapa pengelola dan bagaimana ke depannya Pemkot tidak bisa bekerja sendiri. Karena fasilitas ini masih ada kaitannya dengan Pemprov Jabar, Kementerian Kehutanan, hingga Kementerian Keuangan.

"Target 6 Mei sesuai ketentuan (harus sudah ada pengelola). Maka, saya akan ngobrol dengan Pak Gubernur," paparnya.

Editorial Team