Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemarau El Nino Godzilla, Jabar Waspadai Pasokan Cabai hingga Bawang
Ilustrasi kekeringan akibat kemarau panjang dan fenomena El Nino terjadi di Indonesia, Senin (18/9/2023). Cover Grafis IDN Times
  • Pemprov Jawa Barat mengantisipasi dampak kemarau panjang akibat El Nino terhadap pangan, terutama beras, karena produksi padi berpotensi terganggu.
  • Disperindag Jabar memastikan stok beras, cabai, dan bawang merah diproyeksikan aman hingga akhir tahun sambil mengawasi pasokan serta harga sesuai HET.
  • BMKG menyebut kemarau di Jabar datang lebih cepat, panjang, dan kering; berlangsung tiga hingga tujuh bulan dengan puncak pada Agustus-September.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemprov Jawa Barat mengantisipasi dampak kemarau panjang dan El Nino terhadap stok serta harga pangan, terutama beras, cabai, bawang merah, dan bawang putih.
  • Who?
    Pemprov Jawa Barat dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar, dipimpin Kepala Disperindag Nining Yuliastiani, memantau pasokan pangan; BMKG turut menyampaikan kondisi musim kemarau.
  • Where?
    Di Jawa Barat, termasuk wilayah pesisir Pantai Utara yang telah mengalami musim kemarau lebih awal.
  • When?
    Antisipasi dilakukan pada 2026. Kemarau di Pantura mulai terasa pada Juni, diperkirakan meluas di Jawa Barat pada Juli–Oktober, dengan puncak pada Agustus dan September.
  • Why?
    El Nino diperkirakan membuat kemarau lebih awal, panjang, dan kering, yang berpotensi mengganggu panen padi, menurunkan pasokan hortikultura, serta memengaruhi harga pangan.
  • How?
    Disperindag Jabar menjaga stok hingga akhir tahun, memantau pasokan dan harga sesuai HET, serta mengawasi cabai dan bawang merah. Harga bawang putih impor dipengaruhi nilai tukar rupiah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jawa Barat sedang bersiap menghadapi kemarau panjang karena El Nino. Cuaca jadi lebih kering dan panen padi bisa terganggu. Bu Nining dan pemerintah memantau beras, cabai, serta bawang. Stok beras, cabai, dan bawang merah katanya masih aman sampai akhir tahun. Harga makanan juga terus dijaga agar tidak naik terlalu tinggi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah potensi kemarau yang lebih panjang dan kering, langkah Pemprov Jawa Barat memantau stok, pasokan, serta harga pangan menunjukkan kesiapan menghadapi tekanan pada produksi pertanian. Jaminan ketersediaan beras, cabai, dan bawang merah hingga akhir tahun, disertai pengawasan harga sesuai HET, memberi dasar bahwa kebutuhan pokok masyarakat tetap mendapat perhatian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai melakukan antisipasi terhadap kebutuhan pangan masyarakat khususnya produk dari holtikultura yang berpotensi terdampak dari kemaru panjang akibat adanya fenomena El Nino Godzilla di akhir 2026.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Provinsi Jabar, Nining Yuliastiani mengatakan, sejumlah kebutuhan pokok yang saat ini terus dipantau yaitu ketersediaan stok beras, sebab musim kemarau biasanya akan berdampak ke lahan pertanian padi.

"Pertama yang kami perlu waspadai, ini berkaitan dengan kebutuhan pokok banget, salah satunya beras. Karena kalau dengan posisi kemarau kayak gini, mungkin produksi beras kita tidak sebaik tahun kemarin," kata Nining saat dikonfirmasi, Rabu (12/8/2026).

1. Khawatir panen akan terganggu

ilustrasi el nino southern oscillation (unsplash.com/Simon HUMLER)

Menurut dia, kemarau disertai dengan El Nino akan membuat musim lebih kering dibandingkan tahun sebelum-sebelumnya. Sehingga, produk-produk pertanian holtikultura harus terus dipantau ketersediaannya.

"Kemarau tahun ini lebih awal, diperparah adanya El Nino, maka kemudian musim menjadi lebih lama. Sehingga kita khawatirkan panen untuk padi ini nantinya agak terganggu," katanya.

Pemprov Jabar, kata dia, saat ini tengah berusaha menjaga stok pangan dari potensi El Nino tersebut. Nining pun memastikan stok pangan hingga akhir tahun ini khususnya beras dalam kondisi aman.

"Tapi di sisi lain, kami pastikan terus bahwa stoknya aman sampai akhir tahun, sehingga bisa memenuhi kebutuhan dari masyarakat," ucapnya.

2. Pengawasan kebutuhan pangan terus dilakukan secara maksimal

Petani di Kota Mataram memanen padi di tengah ancaman El Nino pada 2023 lalu. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Selain itu, Disperindag Jabar juga akan memantau stabilitas harga-harga kebutuhan pangan masyarakat agar sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Nining mengungkapkan, pengawasan tersebut perlu dilakukan karena harga jual bisa lebih tinggi jika stok barang menipis.

"Ini memang kita benar-benar melakukan pengawasan melekat kaitannya dengan nanti stok ataupun pasokan yang bisa turun drastis karena panen yang tidak sesuai dengan yang seharusnya, sehingga menurunkan pasokan yang ada," katanya.

Kendati begitu, untuk kenaikan harga produk holtikultura impor, Nining memastikan hal tersebut tidak bisa ditekan oleh pemerintah daerah, karena berkaitan dengan nilai transaksi yang menggunakan mata uang asing.

"Seperti kemudian cabai, kemudian juga dalam posisi bawang merah. Kalau bawang putih karena impor, kebanyakan masih impor, walaupun ada kenaikan itu disebabkan oleh nilai tukar rupiah kita yang posisinya turun, jadi ada kenaikan," katanya.

3. Stabilitas harga juga akan dijaga

Penjualan daging sapi di Pasar Kosambi Bandung, IDN Times/Debbie SutrisnoPenjualan daging sapi di Pasar Kosambi Bandung, IDN Times/Debbie Sutrisno

Lebih lanjut, Nining mengatakan, stok cabai dan juga bawang merah saat ini diproyeksikan masih aman hingga akhir tahun ini. Dia menegaskan, Pemprov Jabar masih terus memantau stok dan juga pengendalian harga agar tetap stabil selama musim kemarau disertai dengan El Nino ini.

"Tapi kita masih melihat ini masih bisa terkendali sepanjang stok kita aman. Nah yang kita kawal itu kan yang tadi produk-produk holutrikultura," kata dia.

Sebelumnya, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, sebagian wilayah di Jabar akan menghadapi kemarau panjang. Bahkan musim kemarau sudah mulai terjadi diwilayah pesisir pantai utara Jabar.

"Tahun ini kemarau datang lebih cepat, lebih panjang dan lebih kering karena fenomena El Nino. Bulan Juni ini di Pantura sudah terasa, dan bulan Juli hingga Oktober akan merata di Jabar, di mana puncaknya di bulan Agustus dan September," katanya, belum lama ini.

Menurutnya secara umum musim kemarau di Jabar akan berlangsung tiga sampai tujuh bulan, sehingga tentunya diperlukan antisipasi kemungkinan bencana kekeringan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article