Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kadin Janji Kawal Investasi di PSEL TPPAS Legok Nangka agar Beroperasi
Kadin Jabar Janji Kawal Investasi di PSEL Legok Nangka agar Beroperasi. IDN Times/Istimewa
  • Pembangunan PSEL TPPAS Regional Legok Nangka resmi dimulai melalui peletakan batu pertama dan MoU pengembangan waste to energy di Jawa Barat.
  • Kadin Jawa Barat berkomitmen mengawal investasi hingga operasional, sekaligus menjembatani pemerintah dan Sumitomo Corporation untuk memastikan kelancaran serta kepastian investasi.
  • Proyek ini didukung pejabat, negara sahabat, dan lembaga internasional; ditargetkan mengatasi sampah Bandung Raya, menghasilkan energi bersih, serta membuka kerja dan peluang usaha lokal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dimulainya PSEL Legok Nangka menandai kolaborasi luas antara pemerintah, dunia usaha, investor, dan lembaga internasional dalam pengembangan pengolahan sampah menjadi energi. Komitmen Kadin Jawa Barat mengawal investasi hingga operasional memberi landasan koordinasi yang kuat, sementara proyek ini membuka harapan bagi energi bersih, keterlibatan usaha lokal, dan penyerapan tenaga kerja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka resmi dimulai. Peletakan batu pertama proyek strategis tersebut dibarengi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengembangan waste to energy di Jawa Barat.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat Almer Faiq Rusydi mengatakan, proyek ini menjadi bukti bahwa Jawa Barat tetap menjadi daerah yang menarik bagi investasi berskala global. Menurutnya, Kadin Jabar akan terus mengawal agar investasi strategis tersebut berjalan hingga tahap operasional.

"Realisasi peletakan batu pertama PSEL Legok Nangka hari ini adalah bukti konkret bahwa Jawa Barat adalah rumah yang aman, ramah, dan sangat potensial bagi investasi skala global. Kadin Jawa Barat berkomitmen penuh untuk terus mengawal setiap tahap investasi strategis, mulai dari perencanaan hingga implementasi di lapangan," kata Almer dalam keterangannya, Selasa (29/7/2026).

1. Proyek PSEL Legok Nangka libatkan investor dan lembaga internasional

Pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti. dok Pemkot Bandung

Groundbreaking PSEL Legok Nangka dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, jajaran kementerian dan lembaga, serta sejumlah perwakilan negara sahabat seperti Jepang, Belanda, dan Jerman.

Selain itu, sejumlah lembaga internasional seperti Japan International Cooperation Agency (JICA), International Finance Corporation (IFC), Asian Development Bank (ADB), hingga World Bank turut hadir dalam agenda tersebut. Kehadiran berbagai pihak itu dinilai menunjukkan besarnya dukungan terhadap pengembangan proyek waste to energy di Jawa Barat.

2. Jembatani pemerintah dan investor

Kadin Jabar Janji Kawal Investasi di PSEL Legok Nangka agar Beroperasi. IDN Times/IStimewa

Almer mengatakan, selama proses persiapan proyek, Kadin Jawa Barat berupaya menjembatani komunikasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan badan usaha pelaksana, yakni Sumitomo Corporation.

Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan agar proses investasi berjalan lancar sekaligus memberikan kepastian bagi investor yang menanamkan modal di Jawa Barat.

"Kehadiran PSEL Legok Nangka bukan sekadar solusi atas persoalan sampah di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya, melainkan juga tonggak penting masuknya investasi hijau berbasis teknologi tinggi di Jawa Barat," ujarnya.

Ia menambahkan, Kadin Jabar akan terus mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif melalui kepastian hukum dan kemudahan berusaha bagi para pelaku usaha.

3. Diharapkan ciptakan energi bersih dan lapangan kerja

Pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti. dok Pemkot Bandung

Menurut Almer, pembangunan PSEL Legok Nangka tidak hanya ditujukan untuk mengurangi persoalan sampah di Bandung Raya. Proyek ini juga diharapkan mampu menghasilkan energi bersih sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Ia menilai keberhasilan pembangunan fasilitas waste to energy akan memperkuat kepercayaan investor terhadap Jawa Barat sebagai daerah tujuan investasi, sekaligus membuka peluang penyerapan tenaga kerja dan keterlibatan pelaku usaha lokal.

"Kami optimistis proyek ini tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan dan menghasilkan energi bersih, tetapi juga menciptakan multiplier effect ekonomi bagi masyarakat Jawa Barat melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan pelibatan dunia usaha daerah," kata dia.

Editorial Team

Related Article