Bandung, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung mencatat selama periode Agustus 2026 telah terjadi sebanyak 195 kejadian gempa bumi di Jawa Barat dan sekitarnya.
"Dari 195 kali kejadian, guncangan gempa bumi terbesar yang tercatat adalah 5,3 magnitudo dan yang terkecil 1,0 magnitudo,” kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Suaidi Ahadi di Bandung, Selasa (1/9/2026).
Suaidi menyebut, berdasarkan kedalaman pusat gempa bumi berkedalaman kurang dari 60 kilometer sebanyak 176 kejadian, dan antara 60-300 kilometer 19 kejadian. Sepanjang periode bulan Agustus terdapat 18 kali gempa bumi yang dirasakan.
Berdasarkan letak hiposenternya, terjadi 85 gempa bumi yang berpusat di laut, sedangkan 110 kejadian gempa bumi lainnya berpusat di darat.
Lebih lanjut, Suadi mengatakan salah satu gempa bumi yang dirasakan pada Mei ini berkekuatan 5,3 magnitudo yang berpusat di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat pada Rabu (5/8), yang dirasakan di Kabupaten Garut, Ciamis, hingga Tasikmalaya.
BMKG Bandung memberikan rekomendasi bagi masyarakat untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa.
Jika terjadi gempa bumi, masyarakat agar tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, serta informasi dari BMKG.
“Kami mengimbau jika terjadi gempa bumi masyarakat diminta untuk tenang, waspada, serta tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab,” kata Suaidi.
