Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jabar Dihantam Kemarau-El Nino, KDM Larang Masyarakat Masuk Hutan
ilustrasi kebakaran hutan (pexels.com/Atlantic Ambience)
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta warga tidak masuk hutan, membawa rokok, atau bermain api selama kemarau dan El Nino demi mencegah kebakaran.
  • BPBD Jabar mencatat 79 kebakaran hutan dan lahan di 86 titik sejak 1 Januari hingga 9 Agustus 2026, berdampak pada sekitar 87 hektare.
  • Sumedang mencatat kejadian terbanyak; kebakaran di TNGGP pada 6 Agustus masih diselidiki, menghanguskan sekitar 1 hektare dekat Sabana Edelweiss tanpa korban jiwa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1 Januari hingga 9 Agustus 2026

BPBD Jabar mencatat 79 kebakaran hutan dan lahan di 86 titik kecamatan, berdampak pada sekitar 87 hektare. Tidak ada korban jiwa, warga mengungsi, atau orang hilang.

6 Agustus 2026

Kebakaran lahan terjadi di Alun-Alun Barat Suryakencana, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Laporan pertama diterima petugas sekitar pukul 15.15 WIB dan area terdampak diperkirakan 1 hektare.

8 Agustus 2026

Balai Besar TNGGP menyatakan titik kebakaran berjarak sekitar 5 meter dari kawasan Sabana Edelweiss menuju hutan. Penyebab kebakaran masih diselidiki.

10 Agustus 2026

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta masyarakat tidak masuk hutan dan tidak membawa rokok selama kemarau disertai El Nino. Ia mengingatkan agar tidak bermain api di kawasan hutan.

saat ini

Kemarau disertai fenomena El Nino meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di Jawa Barat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gubernur Jawa Barat melarang masyarakat sembarangan masuk hutan dan membawa rokok selama kemarau disertai El Nino, menyusul 79 kebakaran hutan dan lahan sejak awal tahun.
  • Who?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, BPBD Jawa Barat, petugas Balai Besar TNGGP, serta masyarakat yang berada di sekitar atau memasuki kawasan hutan.
  • Where?
    Wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Sumedang, Kota Bandung, Kuningan, Karawang, Garut, dan Ciamis. Kebakaran terbaru terjadi di Alun-Alun Barat Suryakencana, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
  • When?
    Imbauan disampaikan Dedi Mulyadi pada Senin, 10 Agustus 2026. Data kebakaran tercatat pada 1 Januari-9 Agustus 2026. Kebakaran di Suryakencana dilaporkan pada 6 Agustus 2026.
  • Why?
    Kemarau dan fenomena El Nino meningkatkan risiko kebakaran. Rokok dan api di kawasan hutan dinilai dapat memicu kebakaran, terutama pada vegetasi kering.
  • How?
    Masyarakat diminta tidak masuk hutan sambil membawa rokok dan tidak bermain api selama kemarau. BPBD mencatat 79 kejadian di 86 titik, dengan sekitar 87 hektare lahan terdampak dan tanpa korban jiwa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta orang jangan masuk hutan saat kemarau dan El Nino. Orang juga jangan bawa rokok atau main api. Ada 79 kebakaran hutan dan lahan sejak Januari sampai Agustus. Sumedang paling banyak. Sekitar 87 hektare terbakar, tetapi tidak ada orang meninggal atau mengungsi. Kebakaran di Gunung Gede masih diperiksa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah risiko kemarau dan El Nino, imbauan pemerintah untuk menjauhi hutan serta tidak membawa rokok menunjukkan langkah pencegahan yang jelas terhadap potensi kebakaran. Pendataan BPBD juga memperlihatkan pemantauan yang berjalan, sementara seluruh indikator korban jiwa, pengungsian, dan orang hilang dalam rangkaian kejadian tersebut tercatat nihil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM meminta seluruh masyarakat tidak sembarangan masuk ke hutan dalam kondisi kemarau disertai dengan fenomena El Nino. Masyarakat juga diminta tidak merokok di kawasan hutan karena dapat menyebabkan kebakaran.

Menurut KDM, masyarakat yang nekat masuk ke hutan dan merokok dalam kondisi kemaru saat ini berpotensi membuat kebakaran. Sehingga, dia meminta agar berhati-hati dan tidak masuk ke area hutan yang ada di wilayah masing-masing.

"Ya, semua orang harus hati-hati. Jangan pergi ke hutan bawa rokok, karena itu memiliki implikasi yang cukup luas. Pokoknya gini deh, di selama kemarau ini jangan main dengan api," kata Dedi, Senin (10/8/2026).

1. Sebanyak 79 kejadian kebakaran hutan dan lahan terjadi di Jabar dari Januari-Agustus 2026

Ilustrasi kebakaran hutan (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Dihubungi terpisah, Humas BPBD Jabar Hadi Rahmat mengatakan, ada 79 kejadian kebakaran hutan dan lahan sepanjang 1 Januari hingga 9 Agustus 2026. Peristiwa tersebut tersebar di 86 titik pada sejumlah kecamatan dengan total luas lahan terdampak mencapai 87 hektare.

Kabupaten Sumedang menjadi daerah dengan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan terbanyak. Di sisi lain, tidak ada korban jiwa, warga mengungsi, maupun orang hilang yang dilaporkan akibat rangkaian kebakaran tersebut.

"Total kejadian 79 dengan jumlah titik sebaran terdampak per-kecamatan sebanyak 86," katanya.

2. Seluas 87 hektare lahan terdampak

Ilustrasi kebakaran hutan. ANTARA FOTO/Rony Muharrman

Untuk daerah dengan jumlah kebakaran terbanyak berikutnya, Kota Bandung dan Kabupaten Kuningan masing-masing mengalami tiga kejadian. Meski demikian, angka tiga kejadian juga tercatat di Kabupaten Karawang, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Ciamis.

Secara keseluruhan, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi selama periode tersebut berdampak pada sekitar 87 hektare lahan. Dari sisi dampak terhadap masyarakat, seluruh indikator korban tercatat nihil. Tidak ada warga yang meninggal dunia, jiwa terdampak, mengungsi, maupun orang hilang dalam pencarian akibat kejadian kebakaran hutan dan lahan tersebut.

3. Kebakaran Gunung Gede Pangrango terjadi di saat kemarau tahun ini

Ilustrasi kebakaran hutan (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Sebelumnya, kebakaran lahan yang melanda kawasan Alun-Alun Barat Suryakencana di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) pada Kamis (6/8/2026) masih diselidiki. Berdasarkan hasil pemantauan resmi petugas di lapangan, total area yang terdampak kobaran api diperkirakan seluas 1 hektare.

Laporan mengenai peristiwa ini pertama kali diterima oleh petugas Resor PTN Wilayah Gunung Putri sekitar pukul 15.15 WIB dari pengelola basecamp setempat. Berdasarkan data resmi dari Balai Besar TNGGP, vegetasi yang hangus terbakar didominasi hamparan rumput kering serta sebagian kecil tanaman berkayu. Balai Besar TNGGP menegaskan posisi titik api yang sangat dekat dengan vegetasi langka.

"Titik kebakaran berada pada radius sekitar 5 meter dari kawasan Sabana Edelweiss menuju ke arah hutan," kata Kepala Balai Besar Sadtata Noor Adirahmanta, Sabtu (8/8/2026).

Curated For You

Editorial Team

Related Article