Bandung, IDN Times - Industri pertambangan Indonesia menghadapi tekanan yang semakin kompleks, mulai dari dinamika geopolitik, volatilitas harga komoditas dan bahan bakar, hingga tuntutan peningkatan efisiensi. Kondisi tersebut membuat perusahaan tambang perlu meninjau kembali strategi investasi dan operasionalnya.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai efisiensi modal dan adopsi teknologi menjadi bagian penting untuk menjaga daya saing industri. Namun, investasi teknologi dinilai perlu diarahkan pada peningkatan produktivitas dan nilai bisnis, bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Energy Insights Forum bertajuk The Next Chapter of Indonesian Mining: Growth, AI, Capital, and Electrification yang digelar KADIN Indonesia Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Katadata di The Langham Hotel Jakarta, Rabu (9/9).
Forum tersebut membahas sejumlah tantangan sekaligus peluang industri pertambangan, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), efisiensi operasional, pengelolaan belanja modal, pengembangan mineral kritis, hingga elektrifikasi sebagai bagian dari transformasi industri.
