Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Husein Ditutup Akibat Abu Vulkanik, Penumpang Tunggu Kepastian di Bandara
Suasana Bandara International Husein Sastranegara pasca ditutup sementara operasional akibat dampak abu vulkanik dari erupsi Anak Gunung Krakatau.
  • Bandara Husein Sastranegara menghentikan operasional penerbangan pukul 12.07-16.00 WIB pada 6 September 2026 setelah pemantauan mendeteksi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
  • Penutupan membuat calon penumpang, termasuk Marlaeni yang hendak bekerja ke Bali, menunda perjalanan; sebagian menunggu kabar di bandara, sementara lainnya pulang.
  • Penerbangan menuju Bandung juga terganggu, termasuk pesawat dari Bali yang kembali ke Ngurah Rai; otoritas memantau kondisi dan penumpang diminta mengikuti informasi maskapai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bandara Husein di Bandung ditutup sebentar karena ada abu dari Gunung Anak Krakatau. Marlaeni tidak jadi pergi ke Bali untuk bekerja. Fatma juga tidak jadi menjemput suaminya karena pesawatnya balik ke Bali. Sekarang petugas masih melihat abu. Penumpang diminta menunggu kabar dari maskapai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penghentian sementara operasional Bandara Husein Sastranegara menunjukkan adanya langkah kehati-hatian ketika pemantauan dan paper test mendeteksi abu vulkanik di kawasan bandara. Di tengah perubahan rencana perjalanan, otoritas tetap melakukan evaluasi berkala, sementara penumpang memiliki ruang untuk menunggu pembaruan serta mengakses opsi pengembalian dana atau penjadwalan ulang dari maskapai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Penutupan sementara Bandara Husein Sastranegara akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau membuat sejumlah calon penumpang harus menunda perjalanan mereka, Minggu (6/9/2026). Sebagian memilih bertahan di bandara menunggu informasi terbaru, sementara lainnya memutuskan pulang karena belum ada kepastian kapan penerbangan kembali dibuka.

Salah seorang penumpang yang terdampak adalah Marlaeni. Ia sedianya terbang ke Bali untuk urusan pekerjaan. Sejak pagi, ia sudah berada di bandara untuk menunggu jadwal keberangkatan. Namun rencananya berubah setelah operasional penerbangan dihentikan sementara.

"Saya rencana ke Bali untuk kerja tapi karena kejadian ini ya tidak bisa ke sana. Tadi sih ada informasi diminta tunggu sampai jam 2 siang untuk kabar terbaru," ujar Marlaeni kepada IDN Times.

Ketidakpastian informasi membuatnya memilih meninggalkan bandara dan kembali ke rumah sambil menunggu kabar lanjutan dari maskapai. Menurutnya, tidak ada pilihan lain selain menunda perjalanan hingga kondisi kembali normal.

Ia berharap maskapai memberikan solusi bagi para penumpang yang terdampak, baik berupa pengembalian dana maupun penjadwalan ulang penerbangan.

"Kalau memang tidak ada kabar lagi, saya pulang dulu. Mudah-mudahan ada solusi dari maskapai," katanya.

Penutupan bandara tidak hanya berdampak pada calon penumpang yang hendak berangkat. Sejumlah penerbangan menuju Bandung juga ikut terganggu akibat kondisi tersebut.

Sebelumnya, Fatma Asri mengaku gagal menjemput suaminya yang seharusnya tiba dari Bali pada siang hari. Pesawat yang ditumpangi suaminya sempat berangkat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, namun akhirnya tidak bisa mendarat di Bandung dan terpaksa kembali ke Bali.

"Di Bandara Ngurah Rai ini tetap berangkat, suami sudah kabarin saya dia berangkat. Tapi pas saya tunggu ini tidak sampai, dan akhirnya ada kabar dari suami kalau pesawatnya balik lagi," kata Fatma.

Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia, Arie Ahsanurrohim, mengatakan penghentian sementara operasional Bandara Husein dilakukan setelah hasil pemantauan menunjukkan adanya paparan abu vulkanik di kawasan bandara.

"BDO menghentikan aktivitas penerbangan dari pukul 12.07 sampai 16.00 WIB," kata Arie.

Keputusan tersebut diambil setelah hasil paper test yang dilakukan di kawasan Lanud Husein Sastranegara menunjukkan adanya abu vulkanik tipis. Pengamatan yang dilakukan pada pukul 10.00 hingga 11.00 WIB mendeteksi keberadaan debu vulkanik yang terbawa hingga wilayah Bandung.

"Sudah terpapar volcanic ash," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, otoritas bandara masih melakukan pemantauan berkala terhadap perkembangan sebaran abu vulkanik. Evaluasi terus dilakukan untuk menentukan kapan operasional penerbangan dapat kembali dibuka.

Sementara itu, para penumpang diminta terus memantau informasi dari maskapai masing-masing terkait perubahan jadwal, pembatalan penerbangan, maupun opsi penjadwalan ulang selama penutupan bandara berlangsung.

Curated For You

Editorial Team

Related Article