ilustrasi daging burger patty (pexels.com/Jonathan Borba)
Menanggapi kenaikan harga yang cukup tinggi ini, pemerintah daerah Kabupaten Cirebon memastikan pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk mengendalikan harga dan menjaga ketersediaan pasokan.
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi menyatakan, pihaknya telah meminta dinas terkait untuk terus memantau harga bahan pokok, termasuk daging sapi, guna mencegah praktik spekulasi harga atau penimbunan oleh pihak-pihak tertentu.
"Kami sudah berkoordinasi dengan distributor dan peternak untuk memastikan pasokan tetap tersedia menjelang Lebaran. Selain itu, pengawasan ketat juga dilakukan untuk menghindari adanya spekulan yang sengaja menaikkan harga secara tidak wajar," ujar Imron.
Menurutnya, pola kenaikan harga ini merupakan siklus tahunan yang biasa terjadi menjelang Lebaran. Namun, ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan bertindak jika ditemukan indikasi pelanggaran yang merugikan masyarakat.
"Pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan. Jika ada yang terbukti melakukan praktik penimbunan atau spekulasi harga, kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas," tambahnya.
Selain itu, pemerintah juga menganjurkan masyarakat untuk lebih bijak dalam berbelanja. Warga diminta mempertimbangkan alternatif lain jika harga daging sapi dirasa terlalu tinggi, sehingga tetap bisa menikmati hidangan Lebaran tanpa harus terbebani secara finansial.
Menurut analis pasar, lonjakan harga daging sapi ini diperkirakan akan berlangsung hingga satu atau dua hari setelah Idul Fitri. Setelah itu, harga kemungkinan akan kembali turun secara bertahap seiring dengan menurunnya permintaan masyarakat.