IDN Times/Daffa Maududy Fitranaarda
Sementara itu, CEO Rumah Zakat Nur Efendi mengatakan, bantuan APD untuk tenaga medis yang dititipkan melalui Rumah Zakat akan segera disalurkan kepada 35 rumah sakit di 15 provinsi dan mendistribusikan paket sembako untuk masyarakat terdampak yang ada di tujuh provinsi.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang HSBC berikan kepada Rumah Zakat dalam menyalurkan bantuan untuk program Bersama Hadapi Corona. Kolaborasi ini semoga menjadi kontribusi dalam mendukung program Pemerintah Indonesia," ungkap Nur Efendi.
Lebih lanjut Nur Efendi menyatakan bahwa dalam penanganan pandemik COVID-19 ini Rumah Zakat membaginya dalam program jangka pendek dan jangka panjang. Program jangka pendek terbagi dalam 3 fase, yakni inkubasi, kurasi, dan resesi.
Dalam ketiga fase tersebut Rumah Zakat menghimpun dana-dana kemanusiaan untuk disalurkan pada program edukasi, aksi pencegahan penyebaran wabah, bantuan kesehatan, hingga bantuan pangan.
Sementara program jangka panjang yang digulirkan oleh Rumah Zakat antara lain ketahanan pangan, padat karya produktif, hingga pemberdayaan ekonomi tani dan UMKM.
"Kami menyadari bahwa efek dari bencana nasional COVID-19 ini tak hanya berpengaruh pada kesehatan tapi juga perekonomian masyarakat karena angka kemiskinan yang diperkirakan meningkat. Namun kami optimistis bahwa kita bersama dapat membantu pemerintah dalam mengatasi krisis ini melalui pemanfaatan dana ZISWaf dan kemanusiaan untuk program-program produktif," ungkap Nur Efendi.