Bandung, IDN Times - Ekonomi digital Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam satu dekade terakhir. Layanan berbasis aplikasi atau on-demand kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat, mulai dari transportasi, pengantaran makanan, logistik, hingga layanan keuangan digital.
Model ini bukan hanya menghadirkan kemudahan bagi konsumen, tetapi juga membuka peluang penghasilan bagi jutaan orang. Skema kerja berbasis platform, yang dikenal sebagai gig economy, memungkinkan individu tetap produktif tanpa terikat hubungan kerja formal dengan jam kerja tetap.
Sebenarnya profesi dalam gig economy pun beragam, mulai dari content creator, penulis lepas, desainer grafis, hingga pengemudi transportasi online. Fleksibilitas menjadi ciri utama, karena individu dapat menentukan sendiri tingkat dan intensitas aktivitasnya.
Di sektor ride-hailing, Grab menjadi salah satu platform yang mencerminkan dinamika tersebut. Sejak hadir di Indonesia pada 2014, mereka telah menjangkau lebih dari 300 kota dan kabupaten, dengan kontribusi signifikan terhadap industri transportasi dan pengantaran daring nasional.
