Bandung, IDN Times - Kementerian Kesehatan memulai langkah untuk memenuhi jumlah dokter spesialis agar tidak menumpuk di kota besar. Salah satunya adalah membenahi fasilitas hingga memberikan beasiswa untuk calon dokter spesialis.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat Dr. Eka Mulyana mengatakan, persoalan jumlah dokter spesialis memang sudah lama. Karena jumlahnya tidak banyak sehingga pendistribusian ke berbagai daerah pun sulit dilakukan secara merata.
"Khususnya di daerah terpencil ini juga terkait dengan sarana prasarana kesehatan yang mendukungnya. Fasilitas ini penting untuk terpenuhina pelayanan spesialis terkait," kata Eka kepada IDN Times, Jumat (6/1/2023).
Seperti contoh, ketersediaan alat USG tidak ada di setiap fasilitas kesehatan tingkat pertama atau puskesmas. Padahal peralatan tersebut bisa mendukung pelayanan kesehatan untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) atau angka kematian bayi (AKB).
