(Oded M. Danial saat ditanya KPK di Sahabara Kota Bandung) IDN Times
Tahun 2020, menjadi masa-masa sulit bagi bangsa Indonesia, termasuk Kota Bandung dalam menjalankan sejumlah program pembangunan. Pandemik COVID-19 dinilai menjadi penghalang dalam denyut pembangunan yang sudah direncanakan.
Kendati demikian, Oded-Yana mengklaim, sejumlah program Kota Bandung sudah berhasil dijalankan dan sukses walaupun di bawah segala keterbatasan. Salah satunya, Kota Bandung tetap mampu mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 29 Juni 2020 lalu. Ini merupakan kali kedua secara beruntun Pemkot Bandung meraih penilaian WTP dari BPK.
“Ini merupakan bukti kerja bersama seluruh elemen yang ada di Pemkot Bandung. Semoga kita bisa terus mempertahankannya," kata Wali Kota Bandung, Oded M. Danial ketika itu.
Di bidang lainnya, program Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan sampah (Kang Pisman) juga tetap terus bergulir. Sejak Oded mencanangkan Kang Pisman pada 17 Oktober 2018, kini telah hadir 1.900 relawan dan 119 komunitas Balad Kang Pisman.
Oded mengungkapkan, program Kang Pisman ini sudah mampu mengurangi persoalan sampah di lingkungan rumah tanpa harus menumpuk di tempat pembuangan sampah sementara (TPS).
"Kami baru saja menunjuk Kelurahan Sukamiskin dan Kelurahan Cihaurgeulis sebagai percontohan untuk metode waste to food. Yaitu metode pengelolaan sampah dapur menjadi pupuk, kompos basah dan kering. Lalu, pupuk atau kompos kembali lagi ke alam untuk menyuburkan tanaman," ungkap Oded.
Selain Kang Pisman, program unggulan lain yang sempat menjadi perhatian yaitu pembagian anak ayam (chikenisasi) dan bibit cabai. Meski tengah pandemik, Pemkot Bandung tetap menyiapkan 10.000 ekor anakan ayam atau Day Old Chik (DOC) pada tahun 2020 ini.
"Program pembagian anak ayam ini merupakan bagian dari membangun sumber daya manusia Kota Bandung yang masagi. Program ini tingkat keberhasilannya mencapai 85-90 persen. Perguruan tinggi pun ikut membantu program ini," tuturnya.